Niruben: Penjual Es Krim 80 Tahun, 27 Varian Tradisional
Gambar atau konten salah?
Seorang penjual es krim lansia yang berusia 80 tahun dari Ahmedabad, India, kini menjadi sorotan publik. Nama beliau Niranjana Desai, yang akrab dipanggil Niruben, memulai usahanya pada 1986 dan telah beroperasi selama hampir empat dekade.
Awalnya, Niruben hanya membuat es krim untuk keluarga, tetangga, dan tamu yang datang berkunjung. Rasa yang ia ciptakan begitu enak sehingga banyak orang memintanya untuk membuka usaha sendiri.
Berbeda dengan produk es krim komersial, resep Niruben hanya melibatkan empat bahan utama: susu segar, krim, stevia, dan buah asli atau kacang-kacangan. Tidak ada pewarna, perisa buatan, maupun pengawet yang ditambahkan.
Proses pembuatan dilakukan secara tradisional. Susu direbus perlahan di kadhai atau wajan besar yang dipanaskan di atas tungku, sehingga menghasilkan tekstur yang diinginkan sebelum dicampur dengan bahan lainnya.
Semasa pertama kali berjualan, Niruben hanya menawarkan lima rasa: rose coconut, chocolate, badam pista kesar, kesar elaichi, dan variyali. Kini, bisnisnya telah berkembang dan menawarkan sekitar 27 varian rasa.
- Rose coconut
- Chocolate
- Badam pista kesar
- Kesar elaichi
- Variyali
Es krim buatan Niruben menjadi alternatif bagi mereka yang ingin tetap menikmati es krim namun dengan versi lebih sehat. Karena tidak menggunakan bahan pengawet, es krim ini hanya dapat bertahan maksimal 7 hari dalam kondisi beku.
Para pelanggan sering memuji keotentikan dan rasa yang tak pernah berubah selama dua dekade terakhir. Setiap hari, Niruben masih terlibat langsung dalam proses pembuatan, menjaga kualitas yang konsisten.
Popularitas es krim Niruben terus meningkat. Banyak pelanggan yang sudah datang sejak kecil kini kembali membawa anak dan cucu mereka untuk menikmati es krim yang sama.
Keberhasilan bisnis ini mendapat sorotan lewat media sosial, menjadikan Niruben sosok yang viral di kalangan generasi muda sekaligus tua.
Dengan cara tradisional, bahan alami, dan komitmen terhadap kualitas, Niruben menunjukkan bahwa usaha kecil dapat bertahan lama dan tetap relevan di era modern.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
