Nursidah Sinnang Sijarra Meninggal di Rumah Sakit Madinah
Gambar atau konten salah?
Nursidah Sinnang Sijarra (59) asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Madinah pada 26 April 2026 sekitar pukul 16.40 waktu setempat. Ia tergabung dalam kloter 5 UPG haji.
Sejak tiba di Tanah Suci, kondisi kesehatan Nursidah mulai menurun. Petugas kesehatan kloter mendapati ia “tiba-tiba kayak drop” dan memutuskan untuk merujuk ke rumah sakit. Setelah pemeriksaan, ia dibawa ke Rumah Sakit Madinah dan kemudian dinyatakan meninggal dunia. Sebelum kematiannya, tidak ada gejala yang terlihat di asrama haji Makassar maupun di penerbangan.
Humas Kemenag Sulsel, Wardy Siraj, menjelaskan situasinya: “Kemarin itu waktu Saudi beliau tiba-tiba kayak drop. Didatangi sama petugas kesehatan kloter, tapi sepertinya setelah melalui pemeriksaan almarhumah ini harus dirujuk ke rumah sakit, makanya dibawa ke rumah sakit Madina,”
Ia kemudian diambil dari rumah sakit, diolah, dan dibawa ke Masjid Nabawi untuk disalatkan. Jenazahnya ditempatkan di pekuburan Baki, Madinah.
Diagnosa akhir masih belum dipastikan. Wardy Siraj menambahkan, “Diagnosanya belum bisa saya pastikan karena masih menunggu informasi dari petugas di Asrama Haji.”
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan medis bagi jemaah haji, terutama di lingkungan internasional. Meskipun tidak ada tanda-tanda penyakit sebelumnya, kondisi kesehatan dapat berubah secara tiba-tiba, menyoroti perlunya pengawasan yang ketat selama perjalanan suci.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
