Orang Hilang MR Ditemukan di Garut, Kondisi Bingung
Gambar atau konten salah?
MR ditemukan di permukiman warga Kampung Cipepe, Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, pada malam 29 Maret 2024. Ia berada dalam kondisi linglung, tidak mengenakan pakaian, dan terlihat sangat kebingungan.
Sejak sebelumnya, MR dilaporkan hilang ketika ia dan dua saudara mencari serangga di kaki Gunung Guntur. Menurut Kapolsek Tarogong Kaler, Iptu Ate Ahmad Hermawan, peristiwa bermula ketika mereka berangkat menuju perbukitan Sanghiang, Kampung Cimuncang, Desa Rancabango pada sekitar jam 10.00 WIB. Mereka berniat mencari serangga jenis tongeret yang digunakan untuk kosmetik.
Setelah berjalan sekitar satu kilometer, rombongan tiba di kebun cabai milik warga sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, di lokasi tersebut MR terpisah dari dua saudara. Pada pukul 13.00 WIB, saksi memutuskan untuk kembali ke permukiman karena MR tidak kunjung ditemukan. Saksi segera melaporkan ke keluarga dan warga setempat untuk melakukan pencarian.
Karena tidak kunjung ditemukan, keluarga MR melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tarogong Kaler sekitar pukul 20.30 WIB. Satu jam kemudian, tim gabungan dari TNI‑Polri, BPBD, relawan, dan warga langsung melakukan pencarian. Sekitar pukul 22.15 WIB, petugas menerima informasi bahwa MR telah ditemukan di Kampung Cipepe, Desa Mekargalih, yang berjarak cukup jauh dari titik awal hilangnya korban, bahkan berada di kecamatan yang berbeda.
Ate menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, MR ditemukan dalam kondisi tidak mengenakan pakaian dan terlihat sangat kebingungan. “Ditemukan dengan kondisi bingung dan tidak memakai pakaian. Kemudian korban dibawa oleh kepala desa untuk diamankan ke kediamannya,” ucap Ate. Sebelum ditemukan, MR sempat terlihat oleh seorang pemilik lahan di sekitar perbukitan Sanghiang. Saat itu, MR tampak linglung, menatap kosong, dan berbicara sendiri. Saksi dua juga menyatakan jika sepanjang perjalanan yang bersangkutan ini melantur. Banyak membahas hal mistis seperti hantu, sehingga menyebabkan saksi dua ingin pulang,
Meski keterangan saksi mengarah pada hal-hal mistis, pihak kepolisian menegaskan penyelidikan tetap dilakukan secara ilmiah untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. “Sejak malam tadi personel kami masih melakukan pendampingan. Anggota masih melakukan penyelidikan,” tutur Ate.
Sementara itu, pihak keluarga bersama aparat desa berencana membawa MR ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. “Benar, informasinya akan dibawa ke puskesmas dan akan diperiksa kondisi kesehatan serta kejiwaannya,” ucap Ate kepada wartawan, Selasa (31 Maret 2024). Ate menambahkan, kondisi MR saat ini belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara mendalam karena bicaranya masih belum konsisten. “Saat kami melakukan penyelidikan dan memintai keterangan, memang yang bersangkutan tidak nyambung saat diajak berbicara. Kepada petugas yang bersangkutan bilang bisa hilang karena dikejar geng motor. Padahal, menurut keterangan saksi, kejadian itu tidak ada,” kata Ate.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya koordinasi antara keluarga, warga, dan aparat dalam pencarian orang hilang. Meskipun ada spekulasi mistis, penyelidikan tetap berfokus pada fakta dan bukti ilmiah. Keputusan untuk membawa MR ke puskesmas menunjukkan upaya menyeluruh untuk memastikan kesehatannya, baik fisik maupun mental, setelah kejadian yang menegangkan ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
