Pagi Sore PIK Jadi Favorit Wisatawan Malaysia Di Jakarta
Gambar atau konten salah?
RM Pagi Sore di PIK menjadi tempat favorit bagi wisatawan Malaysia. Lokasinya yang dekat dengan Bandara Soekarno‑Hatta membuatnya mudah diakses setelah mendarat. Restoran ini menawarkan area luas, interior modern, dan berbagai fasilitas yang menarik.
Menurut Topik, pramusaji Pagi Sore PIK, “Bisa dibilang hampir 80% pengunjung yang makan di sini adalah turis mancanegara, tapi paling banyak dari Malaysia,” saat kunjungan pada 23 April 2026.
Menu yang paling sering dipesan oleh wisatawan Malaysia hampir sama, sehingga muncul istilah “template menu” di kalangan pengunjung. Beberapa favoritnya adalah ayam pop, udang tofu, kepala ikan bakar, sayur ubi tumbuk, dan kerupuk jangek siram kuah gulai. Harga per porsi mulai dari Rp 40 ribuan, sedangkan menu paling mahal, kepala ikan bakar, mencapai Rp 150 ribuan.
“Ini saya pertama kali coba makan di sini. Menurut saya semua makanan di sini enak, tadi saya coba ayam pop yang populer, lalu saya coba lauk udangnya juga,” ungkap Najwa saat berbicara. Ia menambahkan bahwa di kalangan turis Malaysia sendiri, beberapa orang menyebut makanan di Pagi Sore biasa saja atau “overated”. Namun ia berkata, “Tapi menurut saya pribadi, semua makanan di sini 100% enak dan pastinya saya akan kembali lagi makan di sini, kapanpun saya liburan ke Jakarta.”
Seorang turis lain, Siti Nurkhalisah, yang sudah dua kali makan di PIK, mengatakan, “Ini saya sudah dua kali makan di sini, saya yang rekomendasi teman saya untuk coba ini. Kalau saya paling suka sama udang tofu, dendeng, dan gulai tunjangnya. Sedap sekali.”
Walaupun harga di Pagi Sore cukup tinggi, kedua wisatawan tersebut menilai rasanya sepadan. Mereka belum menemukan nasi Padang dengan rasa serupa di Malaysia.
RM Pagi Sore di PIK terus menarik pengunjung asing, terutama Malaysia, berkat lokasi strategis, fasilitas lengkap, dan menu yang konsisten enak. Meskipun harganya lebih tinggi, banyak yang merasa puas dan bersedia kembali. Situasi ini menunjukkan bahwa restoran tersebut berhasil menyesuaikan diri dengan selera wisatawan internasional tanpa mengorbankan kualitas makanan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
