Pangandaran Tangani Sampah Lebaran dengan Pengangkutan Ganda
Gambar atau konten salah?
Pangandaran mengalami lonjakan kunjungan wisatawan pada masa libur Lebaran. Akibatnya, volume sampah di Pantai Pangandaran naik drastis.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran mencatat bahwa rata‑rata sampah yang diangkut setiap hari selama liburan Lebaran mencapai 110 ton. Sebelumnya, pada hari libur biasa, angka tersebut berada di 80 ton per hari.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, kenaikan kapasitas sampah harian terjadi dalam satu pekan terakhir.
“Jadi ada kenaikan sekitar 35 persen, yang dari objek wisata saja, yang biasanya volume sampah dari 10 ton per hari, menjadi 35 ton per hari,” ujarnya.
Untuk mencegah penumpukan, dinas mengintensifkan proses pengangkutan menjadi dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore. Fokusnya di titik‑titik keramaian kawasan wisata.
“Alhamdulilah, selama libur Lebaran tidak ada tumpukan sampah yang terlalu lama menumpuk di kawasan wisata, karena kita melakukan treatment (perawatan) tersebut,” tambah Irwansyah.
Semua sampah yang diangkut langsung dibuang ke TPA Purbahayu. Limbah tersebut didominasi oleh sampah domestik pengunjung dan operasional hotel.
“Sampah yang masuk ke TPA Purbahayu mencapai 250 persen kenaikannya,” jelas Irwansyah.
Di sisi lain, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, memastikan armada pengangkut sampah saat ini dalam kondisi prima. Beberapa unit yang sempat mengalami kerusakan teknis sudah diperbaiki.
Hendro, salah seorang pelaku usaha wisata di kawasan tersebut, mengamati bahwa mayoritas sampah yang dihasilkan selama libur Lebaran berasal dari limbah kelapa muda dan kemasan plastik. “Karena yang dibeli kebanyakan itu, kelapa, minuman,” katanya.
Dengan upaya intensif pengangkutan dan pemeliharaan armada, Pangandaran berusaha menjaga kebersihan pantai meski kunjungan wisatawan meningkat. Kenaikan volume sampah menandai pentingnya pengelolaan limbah yang lebih baik di masa liburan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
