Pastry Terbaik Dunia Cordon Bleu: Dari Paris ke Jepang
Gambar atau konten salah?
Pastry, atau kue kering manis, telah menjadi bagian penting dalam kuliner global. Dari kota Paris hingga Tokyo, setiap negara menyiapkan kreasi unik yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memuat cerita sejarah dan budaya. Berikut delapan pastry terbaik di dunia yang patut dicoba, menurut data Cordon Bleu, 30 April 2026.
Berikut daftar pastry yang dianggap paling lezat di dunia, masing-masing memiliki ciri khas rasa dan sejarah yang menonjol.
-
Paris‑Brest – Prancis
Pastry ini dibuat dari adonan choux yang dipanggang hingga renyah. Di dalamnya tertanam krim praline lembut dan kaya rasa. Bentuknya menyerupai roda sepeda, karena dibuat untuk memperingati lomba Paris‑Brest‑Paris pada 1910. Teksturnya ringan, dengan perpaduan gurih dan manis yang seimbang. Taburan gula halus dan irisan almond menambah tampilan elegan. Dessert ini sering dinikmati bersama kopi, menambah nuansa klasik Prancis.
-
Mochi – Jepang
Mochi terbuat dari beras ketan yang ditumbuk hingga menjadi adonan elastis. Proses pembuatannya manual dan memerlukan tenaga, membuatnya menjadi camilan yang memikat. Biasanya diisi pasta kacang merah, matcha, atau kacang tanah. Rasanya manis dan lembut, cocok sebagai camilan maupun hidangan penutup. Keunikan tekstur dan tradisinya membuat mochi digemari di banyak negara.
-
Baklava – Turki
Baklava berasal dari era Kekaisaran Ottoman dan dulunya disajikan khusus untuk kalangan bangsawan. Dibuat dari lapisan tipis filo yang diisi kacang cincang seperti pistachio atau kenari, lalu disiram sirup atau madu. Kombinasi rasa manis dan gurih menciptakan sensasi kaya di setiap gigitan. Hingga kini, baklava menjadi ikon kuliner Turki yang populer di berbagai negara.
-
Cannoli – Italia (Sisilia)
Cannoli berasal dari Sisilia, Italia, dan identik dengan isian krim ricotta. Bentuknya berupa tabung dengan kulit renyah hasil dari adonan yang digoreng. Isian krimnya lembut, manis, dan sering dipadukan dengan cokelat atau buah kering. Awalnya disajikan saat perayaan Carnevale, kini dapat dinikmati sepanjang tahun. Kombinasi tekstur renyah dan lembut membuat cannoli menjadi salah satu dessert favorit dunia. Sicilian cannoli disajikan di Pasticceria Cappello, sementara masakan Italia menunggu keputusan penting UNESCO pada 5 Desember 2025 yang dapat mengakui keanekaragaman budaya tak tersentuh di Palermo, Italia.
-
Pastel de Nata – Portugal (Lisbon)
Pastel de Nata adalah kue custard khas Portugal dengan kulit pastry renyah dan isian lembut. Hidangan ini berasal dari biara di Lisbon pada abad ke-18. Ciri khasnya terletak pada bagian atas yang sedikit karamelisasi, memberikan rasa unik antara manis dan gurih. Aroma kayu manis dan lemon menambah kedalaman rasa. Saat ini, pastel de nata populer di berbagai negara dan sering disajikan sebagai camilan ringan.
-
Churros – Spanyol dan Meksiko
Churros terbuat dari adonan yang digoreng hingga keemasan. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam. Setelah digoreng, churros dilapisi gula dan kayu manis, lalu disajikan dengan saus cokelat atau karamel. Awalnya dibuat oleh penggembala Spanyol, kini menjadi street food ikonik. Rasanya yang manis dan hangat membuat churros cocok dinikmati kapan saja.
-
Jalebi – India
Jalebi adalah makanan manis khas India yang terkenal dengan bentuk spiral dan warna cerah. Terbuat dari adonan yang digoreng lalu direndam dalam sirup gula, jalebi memiliki tekstur renyah sekaligus lengket. Rasa manisnya berpadu dengan sedikit asam dari proses fermentasi adonan. Jalebi sering disajikan saat festival atau acara khusus. Aroma kapulaga dan air mawar menambah keharuman.
-
Apfelstrudel – Austria
Apfelstrudel merupakan pastry tradisional Austria yang berisi apel dan rempah. Adonannya digulung tipis hingga hampir transparan, lalu diisi apel, gula, kayu manis, dan kismis. Setelah dipanggang, strudel memiliki tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Hidangan ini biasanya disajikan hangat dengan taburan gula halus. Apfelstrudel sendiri merupakan pastry hasil pengaruh budaya Eropa Tengah dalam kuliner Austria yang tetap menjadi dessert klasik dan digemari hingga kini.
Delapan pastry ini menampilkan keragaman rasa, tekstur, dan sejarah yang kaya. Dari kue klasik Prancis hingga kue tradisional Turki, setiap pastry membawa cerita unik yang memikat lidah dan mata. Menggali lebih dalam tentang asal-usul dan bahan-bahan khasnya memberi pengalaman kuliner yang lebih bermakna, menambah apresiasi terhadap seni membuat pastry di seluruh dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
