Pelajar 18 Tahun Ditangkap Beraksi di Mesin Jus iJooz
Gambar atau konten salah?
Seorang pelajar berusia 18 tahun di Singapura ditangkap setelah melakukan aksi yang menimbulkan kontroversi di media sosial. Pada 12 Maret 2026, ia menampilkan dirinya mengambil sedotan dari mesin jus otomatis, menjilatnya, lalu meletakkannya kembali ke tempat semula. Mesin tersebut dikenal dengan nama iJooz.
Video tersebut pertama kali diunggah ke Instagram Story pada tanggal yang sama. Segera setelah itu, akun lain mengunggah ulang, sehingga konten tersebut menyebar luas. Banyak penonton yang merasa jijik dan khawatir akan dampak kebersihan yang ditimbulkan.
Pihak kepolisian Singapura mengonfirmasi bahwa laporan resmi telah dibuat. Pelaku kemudian ditangkap atas dugaan melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum (public nuisance). Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung.
Remaja tersebut merupakan mahasiswa aktif di ESSEC Business School, Singapura. Pihak kampus mengakui adanya insiden tersebut dan telah memulai investigasi internal. Mereka menegaskan bahwa kejadian itu tidak terjadi di area kampus.
Perusahaan pemilik mesin jus, iJooz, juga langsung mengambil langkah cepat. Mereka menyatakan telah melakukan investigasi internal serta meningkatkan standar kebersihan pada mesin-mesin mereka. Sebagai respons, iJooz menciptakan mesin baru dengan sistem yang lebih higienis. Pembaruan tersebut meliputi penggunaan sedotan yang dibungkus satu per satu, serta dispenser yang hanya terbuka setelah transaksi selesai dilakukan.
Seluruh pihak, mulai dari kepolisian, kampus, hingga operator mesin, bekerja sama untuk menangani pelanggaran terhadap kebersihan. “ESSEC berkomitmen menjaga profesionalitas dan menghormati peraturan baik di dalam maupun di luar batas kampus,” ungkap pihak kampus tempat pelaku belajar yang tidak melindungi anak didiknya atas kesalahan yang dilakukan.
Kasus ini menyoroti bagaimana batas antara hiburan dan tindakan berisiko di era digital dapat menjadi sangat tipis. Aksi yang dianggap lucu oleh sebagian orang dapat dengan cepat memicu kemarahan publik luas, terutama ketika dianggap tidak sopan demi konten semata. Selain itu, insiden ini menegaskan pentingnya kebersihan publik, terutama di fasilitas umum seperti mesin jus otomatis. Perusahaan dan institusi pendidikan yang terlibat menunjukkan respons cepat, baik melalui investigasi maupun peningkatan prosedur kebersihan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalkan di masa depan, menjaga kesehatan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
