Pemadaman Listrik Cilebut Lama, Air Sumur Terhenti
Gambar atau konten salah?
pemadaman listrik di wilayah Cilebut, Kabupaten Bogor, berlangsung berjam‑jam tanpa pemberitahuan sebelumnya. Warga melaporkan gangguan pada aktivitas rumah tangga dan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Rina, warga Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, mengatakan listrik di wilayahnya padam sejak sekitar pukul 01.00 WIB. Hingga sore hari, aliran listrik belum juga kembali normal. “Sampe sekarang masih mati lampu. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” kata Rina kepada detikJabar, Selasa (09 Juni 2026).
Menurut Rina, pemadaman listrik berdampak langsung pada kebutuhan air di rumah. Banyak warga di kawasan tersebut masih mengandalkan sumur dengan pompa listrik untuk mengalirkan air ke tempat penampungan. “Yang susah itu air. Di sini masih banyak yang pakai air sumur. Kalau listrik mati, air juga enggak naik,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Bob, warga Perumahan Emerald Cilebut di kawasan Bojong Jengkol. Ia menyebut listrik di lingkungannya padam sejak sekitar pukul 17.00 WIB dan belum kembali menyala hingga saat memberikan keterangan. “Bojong Jengkol, Cilebut. Kalau di Emerald dari jam 17-an, belum nyala. Masih mati,” kata Bob.
Pemadaman yang berlangsung cukup lama membuat sejumlah aktivitas warga terganggu, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga penggunaan perangkat elektronik. Banyak yang harus menunggu hingga listrik kembali agar pompa air dapat berfungsi.
Hingga penulisan berita ini, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait penyebab pemadaman listrik maupun estimasi waktu normalisasi aliran listrik di wilayah Cilebut dan sekitarnya. Warga menunggu klarifikasi agar dapat mempersiapkan kebutuhan dasar mereka.
Situasi ini menyoroti ketergantungan masyarakat pada pasokan listrik yang stabil, khususnya untuk akses air bersih. Tanpa informasi resmi, warga tetap menghadapi ketidakpastian dalam menjalankan aktivitas sehari‑hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
