Pemakaman Militer Serka Anumerta Nur Ichwan di TMP Magelang
Gambar atau konten salah?
Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dimakamkan pagi ini di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo II Cawang, Magelang. Pemakaman dilakukan secara militer. Peti jenazah dibalut bendera Merah Putih, menandai penghormatan terakhir bagi seorang prajurit.
Pukul sembilan pagi, peti jenazah tiba di TMP Giri Dharmoloyo II Cawang. Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Selama prosesi, disampaikan riwayat singkat almarhum. Ia terakhir bertugas sebagai bintara kesehatan di Kodam IX/Udayana. Almarhum lahir di Magelang, 12 Mei 2000, putera dari almarhum Isyadi dan Yaniah. Ia meninggalkan satu istri dan satu anak.
“Saya Wakil Panglima TNI, atas nama negara dan TNI dengan ini mempersembahkan kepada persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum. Nama Muhammad Nur Ichwan, pangkat Sersan Kepala Anumerta NRP 21190093690500. Jabatan terakhir bintara kesehatan Kodam IX/Udayana,” kata Tandyo saat membacakan apel persada di TMP Giri Dharmoloyo II Cawang Magelang, Minggu, 05 April 2026.
“Yang telah meninggal demi kepentingan keluhuran negara dan bangsa. Pada hari Senin, 30 Maret 2026 di Lebanon karena gugur dalam tugas perdamaian dunia. Semoga jalan dharma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua. Dan arwahnya mendapat tempat yang semestinya di alam baka,” sambungnya.
Setelah prosesi pemakaman selesai, keluarga melakukan tabur bunga. Istri almarhum, Hanadita, memulai tabur bunga dengan berdiri. Namun ia tak kuat menahan tangis hingga akhirnya jongkok. Setelah prosesi usai, Hanadita bersama keluarga kembali berdoa di atas pusara. Ia berulang kali menaburkan bunga sambil memegang foto dan pusara almarhum suaminya. Ibu dari Serka Anumerta Ichwan, Yeniah, dan adiknya laki-laki, Muhammad Fitrian Afif Efendi (16), tak kuat menahan tangis di pusara. Saudara sepupu almarhum, Sumarno (56), mengatakan, selama hidupnya di lingkungan masyarakat Muhammad Nur Ichwan sangat bagus.
“Apalagi, anaknya, anak yatim, orang tua (bapaknya) meninggal waktu masih SMP. Dia sangat gigih untuk melanjutkan perjuangan dari orangtua ayahnya khususnya,” kata Sumarno. “Beliau setelah lulus SMP, melanjutkan pendidikan kesehatan di SMK Kesdam. Setelah itu, melanjutkan untuk berjuang menjadi anggota TNI. Dan selama menjalankan anggota TNI, hubungan dengan kami masyarakat sangat baik, beliau sering berkunjung, sering pulang. Patuh dengan orangtua khususnya ibu dan keluarga,” sambungnya. “Apalagi, didukung dengan latar belakang pendidikan di kesehatan di Kesdam RST. Setelah itu, memang berkeinginan untuk melanjutkan menjadi anggota TNI khususnya di bagian kesehatan,” pungkasnya.
Almarhum meninggal dalam tugas perdamaian di Lebanon pada Senin, 30 Maret 2026. Ia digelar Sersan Kepala Anumerta dan berjuang di bidang kesehatan di Kodam IX/Udayana. Keluarganya dan masyarakat mengenangnya sebagai pribadi yang gigih, disiplin, dan peduli. Pemakaman militer menandai penghormatan atas jasa-jasa yang telah diberikan, sekaligus mengingatkan kita semua tentang pengorbanan yang dilakukan oleh para prajurit demi negara dan bangsa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jokowi ke Lampung Jumat, Ajak Warga Foto Bersama
Bolehkah Gabung Niat Puasa Tasua dan Qadha?
PLN Tak Ganti Dirut, Darmawan Prasodjo Tetap Pimpin Lima Tahun
Pemadaman Berulang, LP2K Desak Kompensasi ke Masyarakat
100 titik SPPG di Cilacap ternyata fiktif, ada di tengah hutan
Mahasiswa Unsoed Protes Delegasi Dampingi Gibran, Tolak MBG
Berita Terbaru
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
Bali Siapkan 3 Kawasan Surga Pajak, Pajak 0% Ditawarkan