Pemerintah Sulsel Tegaskan Seleksi Paskibraka Transparan
Gambar atau konten salah?
Pada 25 Mei 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, setelah muncul polemik terkait tidak terpilihnya peserta asal Makassar.
Menurut Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul, pihaknya memahami perhatian publik terhadap proses seleksi tersebut. Ia mengaku seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dan melibatkan tim seleksi nasional.
“Seleksi ini adalah kewenangan pemerintah provinsi. Di mana yang diseleksi ini adalah utusan terpilih dari kabupaten dan kota. Untuk seleksi ke tingkat pusat itu dilakukan oleh panitia seleksi dari pusat yang hadir bersamaan dengan seleksi provinsi,” kata Bustanul dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Tim seleksi terdiri atas unsur Badang Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPPI Pusat, TNI, Polri, hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). Mereka melakukan penilaian secara langsung selama tahapan seleksi berlangsung.
Penilaian peserta tidak hanya berdasarkan tes akademik atau wawasan kebangsaan. Proses seleksi calon Paskibraka nasional juga mempertimbangkan aspek kesamaptaan, keterampilan, peraturan baris‑berbaris (PBB), kepribadian, serta hasil evaluasi menyeluruh dari tim seleksi.
“Di dalamnya ada BPIP Pusat, ada DPPI Pusat, ada Setmilpres untuk menentukan yang ke pusat. Saya pastikan bahwa seleksi yang dimaksud itu terlaksana sesuai dengan ketentuan dan berjalan secara objektif dan transparan,” jelasnya.
Pemprov Sulsel juga terbuka terhadap evaluasi maupun klarifikasi apabila DPRD Sulsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait polemik tersebut. Ia berharap masyarakat tidak terburu‑buruan menarik kesimpulan sebelum seluruh proses dan mekanisme seleksi dipahami secara utuh.
“Kami menghormati perhatian publik dan siap memberikan penjelasan secara terbuka agar informasi yang berkembang dapat diluruskan secara objektif,” kata Bustanul.
Bustanul memastikan siswi SMA yang gagal lolos seleksi Paskibraka nasional tetap diakomodir. Meski tidak terpilih menjadi utusan Sulsel ke tingkat nasional, peserta yang mengikuti seleksi tetap berkesempatan bertugas sebagai anggota Paskibraka tingkat Sulsel pada peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun 2026.
Pemprov Sulsel menegaskan komitmennya menjaga proses seleksi Paskibraka tetap menjunjung nilai objektivitas, integritas, serta semangat persatuan sebagaimana nilai dasar Pancasila.
Secara keseluruhan, pernyataan ini menegaskan bahwa seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilakukan secara profesional, terbuka, dan objektif, sekaligus memberi ruang bagi peserta yang tidak terpilih untuk tetap berpartisipasi dalam kegiatan kebangsaan di tingkat provinsi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
