Pemkab Bandung Target Zero Waste, PSEL Oxbow Cicukang Dipilih

Ani R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 102 dibaca
Bisik.id
Pemkab Bandung Target Zero Waste, PSEL Oxbow Cicukang Dipilih

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kabupaten Bandung terus berupaya menangani masalah sampah yang volumenya semakin meningkat. Pada 06 April 2026, produksi sampah di kabupaten tersebut mencapai 1.800 ton per hari, naik dari 1.300 ton per hari pada tahun 2020.

“Saya hari ini sedang berpikir tentang sampah di Kabupaten Bandung ternyata perharinya memproduksi 1.800 ton per hari,” ujar Dadang saat ditemui detikJabar di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang.

Menurut Dadang, hanya 500 ton sampah yang langsung diproses dan diselesaikan. Sisa 1.300 ton masih menunggu penanganan, sehingga kabupaten masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah.

Untuk mempercepat solusi, Pemkab Bandung mengadakan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup. Tujuannya adalah menemukan cara inovatif agar sampah dapat diolah secara lebih efisien.

“Nah karena ini meningkatnya produksi sampah, maka kita kemarin rapat dengan kementerian LH, TPA Sarimukti penyelesaian untuk PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik),” jelas Dadang.

“Tapi tadi malam ada telepon dari pak Menteri (LH) ternyata lebih condong dan setuju di Oxbow Cicukang, Margaasih yang memang lokasi dan kondisi yang sudah ada sudah berjalan,” tambahnya.

Oxbow Cicukang, Margaasih terletak dekat Sungai Citarum, sehingga airnya cukup untuk proses PSEL. Namun, proyek ini memerlukan lahan minimal lima hektare dan pasokan air minimal 1.000 kubik per hari. Lokasi ini lebih strategis dibandingkan Sarimukti yang terletak hampir 25 km dari Cirata.

“Prinsipnya, kalau dilaksanakan itu dekat sungai Citarum, artinya airnya mumpuni dibandingkan dengan Sarimukti yang jauh hampir 25 km kondisi dari Cirata ke lokasi Sarimukti. Ini kan terkendala juga. Karena apa? Karena PSEL tidak terlepas dari kebutuhan air minimal 1.000 kubik perhari,” ucapnya.

Selama menunggu implementasi PSEL, yang diperkirakan memakan waktu dua atau tiga tahun, Pemkab Bandung menginstruksikan aparat wilayah untuk memperkuat penanganan sampah di tingkat bawah. Langkah ini bertujuan agar kabupaten dapat mencapai status zero waste sebelum fasilitas energi sampah selesai.

“Sehingga kabupaten bandung menjadi zero waste. Sebelum PSEL selesai kan menunggu waktu. Bukan besok selesai, kan menunggu waktu dua atau tiga tahun lagi. Tapi kan persoalan hari ini harus diselesaikan,” kata Dadang.

Untuk mendorong inovasi, Pemkab Bandung menyiapkan insentif bagi camat dan kepala desa yang berhasil mengelola sampah secara kreatif. Ini merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden dalam rapat koordinasi nasional.

“Nah, ini sengaja kita sampaikan seperti itu, karena ini merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden dalam rakor secara nasional. Korve korve harus Selasa Jumat untuk wajib menyelesaikan sampah, wajib membersihkan sampah dan jangan sampai membuang sampah ke sungai,” tegasnya.

Instruksi tersebut akan diperkuat melalui surat edaran Bupati Bandung agar dapat dilaksanakan secara menyeluruh. Pemkab Bandung akan mengirimkan surat resmi kepada semua pihak terkait.

“Nah, instruksi ini akan kita lanjutkan melalui surat resmi dari saya, sehingga semuanya bisa dilaksanakan. Tentu persoalan tempat akhir ini juga perlu kita perhitungkan, maka saya dengan kementerian LH besok akan diskusi bagaimana menyelesaikan sebelum PSEL ini selesai,” pungkasnya.

Dengan langkah koordinasi lintas lembaga, kebutuhan air, dan rencana insentif, pemerintah kabupaten berupaya mengatasi lonjakan sampah harian. Meskipun proses PSEL masih memerlukan waktu, upaya ini menandai komitmen untuk mengurangi sampah dan memanfaatkan energi terbarukan di masa depan.

sampahPSELOxbow Cicukangzero wastePemerintah Kabupaten BandungSungai Citarumenergi terbarukaninsentif pengelolaan sampah

Komentar

Memuat komentar...