Pengambilan Api Waisak di Grobogan, Siap ke Mendut
Gambar atau konten salah?
Grobogan – Prosesi pengambilan Api Dharma Waisak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan sudah berlangsung. Api tersebut akan dibawa ke Candi Mendut, Magelang setelah diambil dari Api Abadi Mrapen.
Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan penyalaan api pancawarna dan ritual dari delapan sangha yang hadir. Setelah ritual selesai, para bikkhu berjalan menuju titik api. Api diambil pada pukul 12.01 WIB, dimuat ke mobil, lalu berangkat menuju Candi Mendut.
Gunawan, Sekjen Walubi Jawa Tengah, menjelaskan bahwa pengambilan api dilakukan setelah sembahyang dari delapan sangha atau majelis yang hadir di Mrapen hari ini.
"Prosesnya pertama-pertama akan diawali dengan sembahyang dari tiap majelis. Jadi, kalau ada delapan majelis ada delapan ritual. Sesudah itu ritual dilakukan baru kita melakukan acara untuk pengambilan api," kata Gunawan kepada wartawan di lokasi, Jumat (29 Mei 2026).
Gunawan menambahkan bahwa api yang telah diambil akan dibawa ke Candi Mendut. Di sana, api akan diterima dan disemayamkan. "Setelah pengambilan api, api akan ditaruh ke mobil yang membawa api ini untuk dibawa ke Candi Mendut. Di Candi Mendut nanti sudah ada tim dari pihak panitia yang akan menerima dan disemayamkan langsung di dekat Candi Mendut," ujar Gunawan.
Ia menekankan makna simbolis api sebagai penerang dalam kegelapan. "Makna api itu bagi kami umat Buddha itu sebagai penerang di kegelapan. Jadi, sebagai pegangan buat kita bahwa dalam belajar Dharma umat Buddha itu harus bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah," terang Gunawan. "Sehingga segala pemikiran dan aktivitas yang diambil itu bisa memberikan manfaat yang baik bagi sesama," lanjutnya.
Gunawan juga menjelaskan prosesi selanjutnya. Besok, tanggal 30 Mei 2026, akan dilakukan pengambilan air suci di Umbul Jumprit, Temanggung. Air suci tersebut akan dibawa ke Candi Borobudur pada hari Waisak.
"Kemudian besok di tanggal 30 kita akan gantian ke Jumprit untuk mengambil air suci Jumprit. Kemudian disemayamkan lagi, di Mendut," jelas Gunawan. "Kemudian di tanggal 31 pagi pas hari Waisaknya itu api suci ini dan air dari Jumprit akan diarak untuk ke Borobudur, dan di sana kita semua akan merayakan Waisak dengan puncaknya di jam 15.44 WIB," urai Gunawan.
Acara ini menandai persiapan Waisak yang akan diakhiri dengan perayaan di Candi Borobudur. Para peserta menunggu kehadiran para bikkhu dan pengunjung dari berbagai daerah untuk menyaksikan prosesi penyebaran api dan air suci yang dianggap membawa pencerahan bagi umat Buddha.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
