Pengemis Dibatalkan di Rawa Jombor, Satpol PP Bekerja

Kartika D. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Pengemis Dibatalkan di Rawa Jombor, Satpol PP Bekerja

Gambar atau konten salah?

Di Klaten, sebuah video viral muncul di media sosial. Video itu menunjukkan sekelompok pengemis yang diantar dengan mobil Elf menuju objek wisata Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Saat menonton, para pengemis itu ditegur oleh warga. Setelah ditegur, mereka kembali masuk ke mobil.

Video tersebut diposting di akun Facebook bernama BERITA SEPUTAR JATINOM. Dalam rekaman, hanya satu mobil Elf yang berhenti di tepi jalan. Seorang sopir menurunkan beberapa orang berusia sekitar 50‑60 tahun, berpakaian sederhana. Namun ketika warga menegur, semua orang kembali naik ke mobil.

Sopir mobil, ketika ditanya asalnya, menjawab bahwa ia berasal dari Jatinom dan berangkat dari GOR. Karena warga semakin keras menuntut rombongan pergi, para pengemis akhirnya naik ke mobil.

Ketua Penegakan Perda Satpol‑PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sulamto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menelusuri video tersebut. Ia mengatakan peristiwa terjadi pada akhir pekan lalu. Berdasarkan laporan warga sekitar, pengemis “drop‑dropan” itu biasa beraksi pada akhir pekan, mulai pagi hingga petang.

“Droping pengemis dilakukan setiap akhir pekan atau hari Minggu mulai jam 09.00 WIB dan menjelang maghrib dijemput. Untuk itu para pelaku usaha serta warga diminta melaporkan ke Satpol‑PP atau Polsek,” jelas Sulamto kepada media, Selasa, 09 Juni 2026, siang.

Ia menambahkan, “Kami juga akan melakukan patroli pengawasan saat akhir pekan atau hari Minggu serta hari libur nasional untuk mencegah praktik pengemis dan gelandangan yang mengganggu kenyamanan wisatawan.”

Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Joko Hendrawan, menyampaikan bahwa sejak hari Senin dan hari ini penyisiran dilakukan di beberapa objek wisata, termasuk Rawa Jombor. Hasilnya nihil. “Dari dua hari penertiban memang tidak ada pengedropan lagi. Dan memang warga sekitar Rawa Jombor itu sudah menolak,” terang Joko.

Menurutnya, karena penolakan warga, para pengemis tidak jadi beraksi dan langsung kembali. Ia menegaskan, “Indikasinya tidak hanya di rawa tapi juga tempat lainnya. Kita juga sisir di sekitar masjid agung Al Aqsha tapi tidak ditemukan.”

Koordinator operasional Rawa Jombor, Nandung Setyawan, menyatakan bahwa droping pengemis itu batal. “Langsung ditegur sama warga disuruh bubar, ya didrop dengan mobil Elf. Memang setiap Minggu atau akhir pekan rawa Jombor semakin ramai pengunjung,” ujarnya.

Dengan adanya patroli Satpol‑PP dan Pemadam Kebakaran, pihak berwenang berharap dapat menekan praktik pengemis di objek wisata. Warga diharapkan tetap melaporkan jika menemukan kejadian serupa, agar tindakan lebih cepat dapat diambil.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya koordinasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga ketertiban di tempat wisata. Pemberantasan praktik pengemis tidak hanya menguntungkan pengunjung, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

pengemisRawa JomborSatpol PPmobil Elfvideo viralKlatenpatroli

Komentar

Memuat komentar...