Penjual Plastik 64 Tahun Jual Alas Salat di Lapangan Rajawali
Gambar atau konten salah?
Di Lapangan Rajawali di kota Cimahi, 20 Maret 2026 pagi, ribuan jemaah menata saf untuk Salat Idulfitri 1447 Hijriah. Lapangan pusat kota dipadati orang yang berbaris berdiri, menunggu waktu sholat bersama.
Di antara jemaah, seorang pria berusia 64 tahun menelurkan gulungan plastik berwarna cokelat. Namanya Ade, penjual plastik khusus alas salat. Ia datang sebelum matahari terbit, ketika lapangan masih sepi, menyiapkan barang dagangannya. Dari satu gulungan besar yang dibeli di Cigondewah, ia memotong menjadi ukuran sajadah.
Setelah sholat, Ade melintas dari satu saf ke saf berikutnya, menawarkan plastik yang ia beli. Ia menjual sekitar 50 buah dari 125 barang yang dibawanya. Harga terjangkau, mulai Rp5.000 hingga Rp10.000 per satuan, cocok bagi dua orang.
Bisnisnya tidak terbatas pada Idulfitri. Setiap hari di Caringin, Kota Bandung, Ade menjual air mineral dan jajanan asongan. Namun, bila ada acara keagamaan besar, ia beralih menjual alas plastik. Ia mencari informasi tentang acara tablig akbar, haul, atau pengajian di JIS (Jakarta International Stadium), lalu menyiapkan stoknya.
Di samping Ade, Jajang juga memanfaatkan momentum Idulfitri. Ia menjajakan balon karakter yang menarik perhatian anak-anak di sekitar lapangan. Harga balon berkisar Rp15.000 hingga Rp20.000, dan ia menyebut rezeki yang dihasilkannya sebagai halal.
Para penjual seperti Ade dan Jajang berusaha memanfaatkan kesempatan untuk meraih penghasilan, sekaligus memenuhi kebutuhan jemaah yang datang setiap hari. Mereka menyesuaikan produk dan strategi penjualan sesuai dengan acara dan lokasi, memastikan bisnis tetap berjalan meski pasar berubah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
