Penurunan Investor dan Transaksi Aset Kripto di Indonesia Terjadi

Wahyu T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 44 dibaca
Bisik.id
Penurunan Investor dan Transaksi Aset Kripto di Indonesia Terjadi

Gambar atau konten salah?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan adanya penurunan jumlah investor serta aktivitas transaksi aset kripto di Indonesia. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan tren harga beberapa aset kripto utama di pasar global yang mengalami penurunan.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa per Januari 2026, jumlah konsumen aset kripto mencapai 20,7 juta. Angka ini sedikit menurun dibandingkan dengan Desember 2025 yang tercatat 20,19 juta.

“Terkait perkembangan aktivitas aset kripto di Indonesia, per Januari 2026 jumlah konsumen mencapai 20,7 juta konsumen atau tumbuh 2,56% month to date,” ungkap Hasan dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung OJK Menara Radius Prawiro, Jakarta Pusat, pada tanggal 3 Maret 2026.

Nilai transaksi aset kripto juga mengalami penurunan, tercatat sebesar Rp 29,24 triliun, sedangkan nilai transaksi derivatif dari aset keuangan digital mencapai Rp 8,01 triliun. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan transaksi pada Desember 2025 yang mencapai Rp 32,68 triliun.

Hasan menjelaskan bahwa penurunan ini sejalan dengan tren harga aset kripto di pasar global. Beberapa aset kripto utama telah menunjukkan penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir, terutama setelah serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Untuk Bitcoin, harganya kini telah turun di bawah level US$ 64.000, dengan intensitas aksi jual yang meningkat. Selama setahun terakhir, Bitcoin telah mengalami penurunan hampir 30%.

Menurut analis Deutsche Bank, Marion Laboure, penjualan yang stabil ini mencerminkan bahwa investor mulai kehilangan minat, dan pesimisme terhadap kripto semakin meningkat.

Data ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam minat dan aktivitas pasar aset kripto di Indonesia, yang mungkin mencerminkan sentimen investor yang sedang lemah.

OJKaset kriptopenurunaninvestortransaksiBitcoinnilai transaksiharga

Komentar

Memuat komentar...