Perayaan 71 Tahun Konferensi Bandung: Budaya Jembatan Global

Guntur P. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Perayaan 71 Tahun Konferensi Bandung: Budaya Jembatan Global

Gambar atau konten salah?

Konferensi Asia-Afrika (KAA), yang dikenal secara internasional sebagai Konferensi Bandung, berlangsung pada 18 hingga 24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung. Sejak saat itu, peristiwa tersebut menjadi tonggak penting bagi hubungan antarnegara di kawasan tersebut.

Perayaan ke-71 KAA diadakan pada 19 April 2026. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan peran budaya sebagai binding power atau energi yang dapat menyatukan bangsa-bangsa di tengah ketegangan politik dunia. Ia berkata, “Budaya ini adalah soft power. Kalau militer itu adalah hard power, ya, kekuatan keras. Nah, budaya ini adalah kekuatan lunak. Jadi sebagai soft power bisa menjadi jembatan. Seringkali politik itu begitu menimbulkan konflik dan peperangan, tapi budaya itu bisa menjadi jembatan atau yang menyatukan.”

Fadli menambahkan, “Jadi budaya ini sebenarnya adalah binding power, kekuatan yang bisa menyatukan, ya, energi yang menyatukan. Apalagi budaya di Asia dan Afrika itu banyak kesamaannya. Meskipun berbeda-beda, tapi kesamaannya cukup banyak dan saya kira itu yang juga menjembatani kita dengan mereka, dengan Asia dan Afrika.”

Acara tersebut digelar di Hotel Savoy Homann, sebuah tempat bersejarah yang pernah menjadi tempat menginap bagi para delegasi dan pemimpin dunia pada masa itu. Menurut Fadli, Konferensi Asia-Afrika dilaksanakan pada 18 hingga 24 April 1955 dan dihadiri oleh 29 negara. Negara-negara yang hadir merupakan negara yang baru merdeka maupun yang masih berjuang meraih kemerdekaannya.

Selama enam hari, delegasi melakukan diskusi tajam. Mereka membahas prinsip-prinsip yang kemudian dikenal sebagai Dasasila Bandung atau Bandung Spirit. Topik utama meliputi hak asasi manusia, perdamaian, non-intervensi, dan lain-lain. Diskusi dibagi ke dalam tiga komisi: politik, ekonomi, dan kebudayaan.

Fadli menegaskan bahwa Konferensi Asia-Afrika merupakan tonggak sejarah besar dalam diplomasi Indonesia. Ia mengatakan, “Konferensi Asia Afrika ini adalah satu tonggak sejarah yang sangat besar dalam diplomasi kita, dan ini merupakan satu tonggak yang membuat nama Indonesia dan Bandung menjadi semacam ibu kota dari Asia dan Afrika, karena semangatnya menyebar ke seluruh dunia, dan kemudian menjadi bagian dari cikal bakal juga Gerakan Non-Blok pada tahun 1961. Jadi dari awalnya inisiator lima negara, kemudian menjadi banyak negara.”

Selama kegiatan tersebut, Fadli Zon meluncurkan buku yang berisi dokumentasi sejarah berupa koleksi foto langka miliknya yang kini telah dibukukan. Ia menjelaskan, “Kita bisa melihat di foto-foto yang bisa berbicara dengan sendirinya, bagaimana keakraban para tokoh-tokoh, para pemimpin di dalam melawan kolonialisme, imperialisme, dan residu sisa-sisa imperialisme dan kolonialisme yang cukup panjang. Dan terutama yang diperjuangkan bukan hanya merdeka dari politik dan ekonomi, tapi juga dari sisi kebudayaan. Untuk mengembalikan kemerdekaan kedaulatan kebudayaan juga.”

Menurut Fadli, buku itu merupakan bagian dari laporan komite atau panitia ketika itu yang bersumber dari berbagai fotografer mancanegara yang hadir. Ia menegaskan, “Tentu album ini bercerita tentang bagaimana mulai dari kedatangan para peserta, suasana sidang, bahkan suasana diskusi, sampai dengan acara-acara kebudayaan dan acara-acara lainnya. Yang setidaknya menggambarkan secara kronologis bagaimana peristiwa Konferensi Asia Afrika itu terjadi di Bandung ini. Nah, ini kita bukukan dan nanti juga akan bagaimana caranya kita nanti akan jadikan ini juga semacam public domain.”

Dengan menampilkan foto-foto bersejarah, buku tersebut tidak hanya menjadi arsip visual, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda. Ia menyoroti bagaimana budaya, sejarah, dan diplomasi saling terkait dalam membentuk identitas Indonesia di panggung dunia. Buku ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman tentang pentingnya dialog lintas budaya dan perdamaian di era global saat ini.

Konferensi BandungFadli ZonSoft PowerBinding PowerNon-BlokDiplomasiFoto Dokumentasi

Komentar

Memuat komentar...