Percaya untuk Hidup Selamanya: Renungan 20 April Hari

Iwan D. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Percaya untuk Hidup Selamanya: Renungan 20 April Hari

Gambar atau konten salah?

20 April 2026 – Renungan harian ini mengajak umat Katolik untuk meneguhkan iman pada Yesus Kristus sebagai sumber kehidupan sejati. Tema hari ini, “Percaya untuk Hidup Selamanya”, menegaskan bahwa iman bukan sekadar kata, melainkan tindakan dan harapan yang mengarah pada kehidupan kekal.

Bacaan I: Kis 6:8‑15 – kisah tentang Stefanus, seorang yang penuh karunia dan kuasa, yang melakukan mujizat dan menampilkan tanda‑tanda di antara orang banyak. Bacaan Tanggapan: Mzm 119:23‑24,26‑27,29‑30 – puisi tentang kesetiaan dan pengingat akan hukum Tuhan. Bacaan Injil: Yoh 6:22‑29 – peristiwa di mana orang banyak mencari Yesus setelah peristiwa pembagian roti, dan Yesus menegaskan bahwa pekerjaan Allah adalah iman.

Dalam bacaan pertama, kita dibawa ke dalam kisah Stefanus yang menghadapi pengadilan. Ia berjuang melawan tuduhan yang tidak berdasar. “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata‑kata hujat terhadap Musa dan Allah.” kata para pengadilan, memicu tuduhan bahwa Stefanus mengancam hukum Taurat. “Orang ini terus‑terus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat, karena kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita.” Tuduhan palsu ini membuat para pengadilan mengasingkan Stefanus, menodongkannya ke hadapan Mahkamah Agama. Namun, ketika para hakim menatap wajah Stefanus, mereka melihatnya seperti wajah seorang malaikat, menandakan kehadiran Roh Kudus yang menguatkan iman.

Puisi Mazmur menegaskan komitmen hamba kepada Tuhan. “Sekalipun pemuka‑pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba‑Mu ini merenungkan ketetapan‑ketetapan‑Mu.” Ia memohon agar Tuhan mengajarkan petunjuk dan menjauhkan jalan dusta. Mazmur ini menegaskan bahwa pemahaman dan pengamalan hukum Tuhan menjadi landasan hidup yang benar.

Bacaan Injil menampilkan situasi di mana orang banyak, setelah makan roti yang dibagikan oleh Yesus, mencari-Nya. Mereka bertanya, “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Yesus menjawab, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda‑tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” Ia mengajak mereka untuk bekerja bukan untuk makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal. “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” (Yoh 6:29).

Renungan hari ini menyoroti pentingnya iman dalam kehidupan sehari‑harinya. “Pernahkah Anda mendengar atau mengalami suatu tanda ajaib dari Yesus, misalnya kesembuhan yang tak terduga, jalan keluar yang muncul secara menakjubkan, atau kedamaian yang tiba‑tiba memenuhi hati?” Pertanyaan ini mengajak pembaca untuk mengingat pengalaman pribadi. Jika pernah, maka “percayalah bahwa Allah rindu melakukan keajaiban yang sama dalam hidup Anda setiap hari.” Dalam Injil, orang banyak berusaha keras mencari Yesus, namun hati mereka masih terikat pada kebutuhan harian. Pencarian itu menjadi sulit dan penuh kebingungan. Jika mereka mencari dengan kerinduan untuk berubah, menyadari dosa dan kelemahan, serta merindukan perjumpaan dengan Tuhan seperti Zakheus atau Maria Magdalena, maka mereka akan segera menemukan Yesus. Ketika itu terjadi, tanda‑tanda kasih-Nya akan mengalir tanpa henti. Kita diingatkan untuk menaruh seluruh kepercayaan kepada Allah, agar setiap hari menjadi perjalanan penuh sukacita dan keajaiban. Betapa indahnya hidup ini ketika kita masuk dalam persekutuan penuh dengan Bapa dan Anak, serta membiarkan kehidupan-Nya yang ajaib mengalir dalam diri kita.

Renungan ini mengajak kita untuk menilai kembali motivasi pencarian spiritual. Apakah kita mencari Yesus karena kebutuhan duniawi, atau karena kerinduan mendalam untuk bersatu dengan-Nya? Jika pencarian kita masih terikat pada kebutuhan materi, maka doa ini mengingatkan kita untuk memperbaiki hati. “Ampunilah kami jika selama ini kami masih mencari‑Mu hanya karena kebutuhan duniawi, bukan karena kerinduan untuk semakin dekat dengan-Mu.” Dengan memperbarui hati, kita dapat merasakan kehadiran Tuhan yang terus berkarya dalam hidup kita. Ini adalah panggilan untuk tetap beriman di tengah keraguan, setia di tengah pencobaan, dan berharap di tengah kesulitan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang penuh kasih, kami bersyukur atas sabda‑Mu hari ini yang mengajarkan kami untuk percaya sepenuhnya kepada‑Mu. Engkau adalah sumber kehidupan sejati, dan hanya di dalam Engkaulah kami menemukan harapan, damai, dan keselamatan. Ampunilah kami jika selama ini kami masih mencari‑Mu hanya karena kebutuhan duniawi, bukan karena kerinduan untuk semakin dekat dengan‑Mu. Ubahlah hati kami agar senantiasa rindu akan kehadiran‑Mu dan percaya bahwa Engkau selalu berkarya dalam hidup kami. Ajarlah kami untuk tetap beriman di tengah keraguan, setia di tengah pencobaan, dan berharap di tengah kesulitan. Semoga melalui iman yang teguh, kami mengalami kasih dan keajaiban‑Mu setiap hari, serta hidup dalam persekutuan yang indah bersama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Demi nama Tuhan kami, Yesus Kristus. Amin.

Dengan renungan ini, semoga setiap orang dapat meneguhkan iman dan menapaki jalan menuju kehidupan kekal.

imanYesus KristusStefanusRoh Kuduskehidupan kekalrotitanda ajaib

Komentar

Memuat komentar...