Persib Pawai Juara Super League 2025/2026 Lalu Lintas Padat

Dwi H. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 124 dibaca
Bisik.id
Persib Pawai Juara Super League 2025/2026 Lalu Lintas Padat

Gambar atau konten salah?

Pada 24 Mei 2026, Persib Bandung merayakan kemenangan mereka di Super League 2025/2026. Ratusan ribu Bobotoh menonton, menyalurkan semangat, dan ikut merayakan pawai juara yang menelusuri jalan-jalan kota. Pawai ini menjadi momen penting bagi klub, sekaligus memperlihatkan dukungan fanatik. Pesta ini dimulai di Gedung Sate, lalu melintasi berbagai ruas penting sebelum berakhir di Pendopo Kota Bandung. Rangkaian acara ini diharapkan menegaskan posisi klub di kalangan penggemar sepak bola.

Rute pawai dimulai dari Gedung Sate, kemudian melewati Perintis Kemerdekaan, Jalan Lembong, Jalan Veteran, dan Jalan Asia Afrika. Setiap titik rute dipilih untuk menampilkan keindahan arsitektur kota dan memudahkan akses bagi para penggemar. Pawai berakhir di Pendopo Kota Bandung, tempat tradisional bagi perayaan. Penataan rute ini diharapkan meminimalkan kemacetan, namun kenyataannya terjadi kendala yang tak terduga.

Kendala utama muncul ketika Bobotoh menumpuk di jalan, membuat akses menjadi sulit. Di Jalan Asia Afrika, kerumunan memadati area sejak pagi, sehingga kendaraan sulit lewat. Beberapa mobil terjebak di tengah kerumunan, menambah ketidaknyamanan. Selain itu, proses pengangkatan trofi yang semula direncanakan di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dekat Gedung Merdeka juga terganggu. Hanya sedikit pemain Persib yang bisa turun di JPO karena situasi yang tidak memungkinkan.

Kondisi ini memaksa beberapa pemain, termasuk Frans Putros, pemain asing Persib, kehilangan telepon genggamnya. Telepon terjatuh di tengah kerumunan Bobotoh, menambah kesulitan. Kejadian ini menyoroti betapa padatnya kerumunan di sepanjang rute. Meskipun begitu, para pemain tetap berusaha menjaga semangat juara, meski situasi tidak kondusif.

Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung, mengakui adanya gangguan lalu lintas selama pawai. Ia meminta maaf kepada warga yang terdampak, termasuk mereka yang ditegur oleh petugas. Farhan menyatakan bahwa pawai memang menimbulkan hambatan, namun ia berharap semua pihak dapat menyesuaikan diri. Ia menegaskan bahwa euforia kemenangan Persib akan berlangsung lebih lama, namun ada rencana penyesuaian untuk hari berikutnya.

Farhan menjelaskan target waktu pawai. “Berawal dari Gesat (Gedung Sate) dan berakhir di Pendopo, memang agak tersendat. Tadi kita target jam 12, jam 1 sampai, tapi jam segini baru sebagian yang masuk,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa situasi lalu lintas membuat sebagian pengunjung belum masuk pada jam yang ditargetkan. Pawai berlanjut meski begitu, menampilkan semangat yang tak tergoyahkan.

Farhan juga menyesuaikan permintaan maaf kepada warga. “Saya juga melihat banyak yang terpaksa parkir sembarangan jadi saya minta maaf pada warga yang agak ditegur, saya minta maaf pisan,” lanjutnya. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara petugas dan pengunjung agar tidak terjadi kerusakan atau ketidaknyamanan lebih lanjut. Ia berharap warga dapat memahami situasi yang tidak terduga.

Untuk hari Senin, 25 Mei 2026, Farhan meminta Bobotoh tidak turun ke jalan. Ia menjelaskan alasan utama: kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Kota Bandung. “Antusiasme seperti ini tentu tidak akan berakhir hari ini saja. Masih ada, Senin kita sterilkan dulu beberapa saat karena ada kunjungan RI 1 (Presiden), kalau mau mungkin setelahnya sorenya kita akan coba untuk buat sediakan acara khusus untuk sponsor,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa acara pawai harus disesuaikan dengan jadwal resmi kota.

Farhan juga mengungkapkan bahwa Pemkot Bandung tidak menyiapkan bonus bagi Persib. Namun, ia menyatakan bahwa Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, akan memberikan Rp 1 miliar sebagai penghargaan. “Tidak ada, tapi Pak Gubernur kasihnya Rp 1 miliar. Ya saya juga berterima kasih pada Pak Gubernur karna membuka jalan, tapi beliau harus bergeser,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa bonus tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah.

Farhan membandingkan pawai tahun ini dengan musim lalu. Pada musim 2024/2025, pawai dimulai dari Balai Kota Bandung menuju Gedung Sate. “Tahun lalu ramai, penghuninya sama, hanya saja tahun lalu Gasibu masih dibuka dan semuanya di gasibu. Di jalan ga terlalu penuh. Kalau ini kan jalan hanya 1/3 Gasibu, jadi orang memenuhi sepanjang jalan,” jelasnya. Ia menilai bahwa meski jumlah Bobotoh tidak jauh berbeda, lokasi perayaan membuat jalan lebih padat dan lambat.

Akhirnya, Farhan menegaskan harapannya agar Persib dapat meraih juara lagi di musim depan. “Kalau dibilang evaluasinya apa, ya memang ini yang diharapkan. Apakah harus tahun depan juara lagi, ya harus. Bukan maslaah pawai tapi soal juaranya lagi,” pungkasnya. Ia menekankan bahwa pawai juara akan kembali jika Persib berhasil menjuarai liga. Pawai tersebut menjadi simbol kebanggaan kota dan klub.

Pawai juara Persib Bandung pada 24 Mei 2026 menampilkan semangat tinggi, namun juga menunjukkan tantangan logistik di kota. Kendala lalu lintas, kerumunan massal, dan kehilangan barang pribadi pemain menambah kompleksitas acara. Respons Wali Kota, penyesuaian jadwal, dan dukungan gubernur menandai upaya koordinasi antara klub, pemerintah, dan penggemar. Keberhasilan Persib di Super League 2025/2026 tetap menjadi sorotan utama, sementara harapan akan kemenangan berikutnya menambah antisipasi penggemar.

Persib BandungPawai JuaraBobotohGedung SatePendopo Kota BandungKendala lalu lintasDedi Mulyadi

Komentar

Memuat komentar...