Petisi 1.456 Tanda Tangan Menolak Penutupan Jalan Diponegoro
Gambar atau konten salah?
Rencana penataan ulang kawasan Gedung Sate di Bandung menimbulkan kritik luas. Kritik itu memicu munculnya petisi yang kini menjadi topik hangat di media sosial.
Petisi itu dibuat oleh masyarakat atas nama Ricky N Sas dengan judul “Dedi, jangan rampas jalan umum demi ambisi pribadi!” Petisi menolak revitalisasi yang akan menghilangkan sekitar 130 meter ruas Jalan Diponegoro. Penutupan ruas jalan diperkirakan dapat menimbulkan kemacetan. Pada pukul 18.38 WIB, petisi sudah menampung 1.456 orang yang menandatanganinya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi keberadaan petisi tersebut. Pada 20 April 2026, ia mengaku di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, bahwa Jalan Diponegoro yang melintasi Gedung Sate‑Gasibu tidak akan ditutup. Ia berkata, “Saya bilang, sampai hari ini Jalan Diponegoro tidak ditutup,” saat ditemui di sana.
Ia menambahkan, “Salah. Tidak ada penutupan Jalan Diponegoro, yang ada adalah pengalihan ruas Jalan Diponegoro yang asalnya membelah antara gasibu dan Gedung Sate itu melingkar menjadi muter, nggak ada penutupan,” menegaskan bahwa arus kendaraan akan dialihkan ke Jalan Cimandiri. Ia juga menjelaskan bahwa selama proses revitalisasi, Jalan Diponegoro masih dapat dilintasi. Pengalihan arus baru akan dimulai ketika penataan kawasan selesai.
Ia menutup pernyataannya dengan, “Jadi selama jalannya belum dibangun tidak akan kita tutup. Nanti setelah dibangun nyaman, baru kita alihkan,”. Pernyataan ini menunjukkan bahwa penataan kawasan akan disesuaikan dengan kebutuhan lalu lintas.
Petisi dan respon pemerintah menyoroti betapa pentingnya perencanaan transportasi yang memikirkan warga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu