Pezeshkian Minta Persatuan Muslim, Tolak Serangan US-Israel
Gambar atau konten salah?
Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, mengajak negara-negara Muslim untuk tetap bersatu. Ia menegaskan bahwa musuh dunia Islam tidak boleh memanfaatkan situasi ini untuk menabur perpecahan.
Dalam panggilan telepon pada 26 Maret 2026, ia berbicara dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Pezeshkian menyampaikan terima kasih atas posisi Malaysia yang mengutuk agresi AS‑Israel terhadap Iran.
Ia menilai serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah sebagai respons alami. “Serangan tersebut merupakan langkah sah sebagai balasan atas serangan ke Republik Islam,” jelas Pezeshkian.
Selanjutnya, ia menegaskan kembali kebijakan Iran yang telah lama dipegang: Iran tidak pernah berupaya memperoleh senjata nuklir. Kebijakan ini sering dikonfirmasi oleh laporan IAEA.
Pezeshkian menolak klaim Barat tentang ambisi nuklir Iran. Ia menamai klaim tersebut sebagai dalih palsu yang dipakai untuk membenarkan serangan ilegal terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Iran.
Ia menutup pembicaraannya dengan pernyataan yang kuat: “Kami menginginkan penghentian perang sepenuhnya dan pemulihan keamanan dan ketenangan di kawasan ini,” kata Pezeshkian.
Ia juga berharap negara-negara Muslim dapat bergabung dalam upaya menyelamatkan Asia Barat dari bencana yang diinginkan musuh.
Anwar Ibrahim, dalam percakapan tersebut, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, serta sejumlah komandan senior, pejabat, dan warga sipil Iran yang tewas dalam agresi militer AS‑Israel.
Ia mengekspresikan solidaritas penuh dan simpati kepada pemerintah serta rakyat Iran.
Kesimpulannya, perbincangan ini menyoroti ketegangan di kawasan Timur Tengah dan upaya diplomatik untuk mencegah konflik lebih luas. Perlu diingat bahwa posisi Iran tetap menolak ambisi nuklir dan menekankan pentingnya persatuan Muslim dalam menghadapi ancaman eksternal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
