Piton Memakan Ayam, Warga Klaten Tangkap Pindahkan ke Sungai

Dani L. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 108 dibaca
Bisik.id
Piton Memakan Ayam, Warga Klaten Tangkap Pindahkan ke Sungai

Gambar atau konten salah?

Pada 17 April 2026, warga Dusun Mrisen, Desa Turus, Kecamatan Polanharjo, Klaten menemukan seekor piton yang sudah memakan satu ekor ayam. Warga yang mengevakuasi, Muh Al Jazim, menjelaskan kejadian itu.

“Sekitar jam 07.00 WIB ada tetangga saya, seorang pemuda, mau ngasih makan ayam di kandang. Pas buka pintu ada ular piton di dalam,” kata Jazim kepada petugas. Ia menambahkan, “Ular tersebut ternyata sudah memakan satu ekor ayam. Pemilik kemudian lari ke rumahnya untuk meminta tolong.”

Jazim melanjutkan, “Kemudian dia (pemilik ayam) lari menuju rumah saya. Jarak kandang ayam dengan rumah saya sekitar 50‑an meter.” Setelah mendapat kabar, ia mengajak menantunya ke lokasi. Saat tiba, ular tampak hendak keluar kandang.

“Sampai lokasi ular sudah posisi mau keluar dan ekornya dipegang menantu. Ya karena tenaga ularnya sangat kuat akhirnya lepas dan meluncur ke sungai,” tutur Jazim. Ia menjelaskan bahwa di samping kandang ayam terdapat sungai dengan debit cukup besar. “Setelah beberapa waktu ular mondar‑mandir di sungai akhirnya masuk ke dalam lempeng tanah. Masuk ke padas tapi badannya masih kelihatan tapi kepala sama ekornya tidak nampak (ngumpet). Akhirnya bisa ditarik keluar,” ungkap Jazim.

Ular piton tersebut panjangnya sekitar 4 meter. Jazim menambahkan, “Ular saya masukan ke kandang disatukan dengan dua piton lainnya.”

Ahmad Nugroho, warga setempat, menyatakan bahwa sering ada warga kehilangan unggas di desa. Ia menegaskan, “Di desanya ada sungai cukup besar. Yang dua ekor di kandang infonya juga ditangkap sebelumnya.”

Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan di sekitar kandang ayam, terutama di daerah dengan sungai dekat. Menariknya, ular yang kuat ini akhirnya tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut setelah ditangkap dan dipindahkan ke sungai.

pitonkandang ayamsungaiDusun MrisenDesa TurusKlatenkewaspadaan

Komentar

Memuat komentar...