PJBL TPPAS Legok Nangka Tertanda, Konstruksi Tahun Ini
Gambar atau konten salah?
TPPAS Legok Nangka di Kabupaten Bandung telah mencapai fase penting setelah Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) resmi ditandatangani. Konsorsium PT Jabar Environmental Solutions (JES) menandatangani dokumen tersebut bersama Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, pada 31 Maret 2026. Langkah ini menandai titik awal pengembangan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi di Jawa Barat.
Menurut Ai Saadiyah Dwidaningsih, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, semua proses administratif sudah selesai. Ia mengungkapkan, “Sudah, PJBL-nya sudah sign 31 Maret kemarin oleh Direktur JES dengan Direktur Utama PLN Pak Darmawan Prosodjo, sudah ada PJBL-nya,” kata Ai saat dihubungi pada Kamis, 9 April 2026.
Setelah PJBL, proyek akan masuk tahap pemenuhan persyaratan sebelum konstruksi. Ai menjelaskan, “Berarti kan PR selanjutnya yaitu pemenuhan nanti ada induk PKS kemudian tentunya pemenuhan financial close yang kita targetkan 6 bulan walaupun sebenarnya dari sisi timeline itu bisa sampai 9 bulan. Tapi kita coba kejar pemenuhannya 6 bulan,” ia tambah. Ia menegaskan, “Dan dipastikan bahwa tahun ini kita bisa mulai konstruksi ya kalau semuanya lancar seperti itu,”.
Selain administrasi dan pembiayaan, aspek teknis seperti penyediaan lahan untuk jaringan transmisi listrik juga sudah dimulai. Ai menekankan, “Ini juga sesuatu hal yang baru karena kan biasanya untuk transmisi listrik itu biasanya ranah PLN, termasuk yang Danantara juga nanti dilakukan oleh PLN. Ini baru, sekarang dilakukan oleh pemerintah daerah dengan skema KPBU,” ia katakan.
Proyek TPPAS Legok Nangka akan didanai melalui dua skema. Pertama, Danantara yang menyediakan dana untuk pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL). Kedua, Perpres 35 Tahun 2018 yang mempercepat pembangunan PSEL. Ai menutup pembicaraan dengan, “Jadi nanti kita punya PSEL itu dengan dua skema, ada yang Danantara dan juga dari skema Perpres 35 2018,” ia tutup.
Dengan PJBL yang sudah resmi, langkah selanjutnya adalah memastikan semua persyaratan teknis dan keuangan terpenuhi. Jika semua berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik proyek diharapkan dapat dimulai pada tahun ini. Proyek ini menandai kolaborasi baru antara pemerintah daerah dan PLN, menandai perubahan dalam pengelolaan infrastruktur energi di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
