Plastik Hitam Pembungkus Daging Kurban Dapat Mengandung Racun

Yanto K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
Plastik Hitam Pembungkus Daging Kurban Dapat Mengandung Racun

Gambar atau konten salah?

Jatah daging kurban biasanya dibungkus dalam kantong plastik hitam. Praktis, namun berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, peringatkan Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc., Guru Besar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.

Menurut beliau, plastik hitam yang sering dipakai berasal dari limbah elektronik. “Plastik hitam berasal dari daur ulang limbah elektronik, seperti casing TV, komputer, kabel. Artinya yang dulu pembungkus alat listrik, sekarang pembungkus daging kurban,” ujarnya di awal video edukasi yang diposting pada 27 Mei 2023.

Penelitian menunjukkan lebih dari 600 sampel plastik hitam mengandung bahan anti api, logam berat—timbal, cadmium, merkuri, promethium, bahkan antimon—dan pewarna hitam carbon black. Semua zat ini dipakai untuk pembungkus elektronik, bukan untuk makanan. “Zat‑zat ini sebenarnya dipakai untuk pembungkus elektronik, bukan untuk makanan,” tegas Prof. Zulys.

Risiko muncul ketika plastik terpapar panas atau bersentuhan langsung dengan daging dalam waktu lama. “Bahaya dari zat‑zat ini adalah bisa pindah ke makanan saat terkena panas dan kontak langsung dalam waktu lama,” jelasnya. Efeknya bisa menimbulkan gangguan saraf, kerusakan ginjal, gangguan hormon, dan potensi karsinogenik. “Jangan pakai kantong plastik hitam sebagai pembungkus makanan. Karena kita tidak tahu plastik itu berasal dari mana,” tambahnya.

Alternatif yang lebih aman adalah membungkus daging kurban dengan daun pisang atau besek bambu. Kedua bahan alami ini tidak bersifat racun dan lebih ramah lingkungan. Daging kurban juga dapat dikemas dalam wadah yang dapat dipakai ulang, seperti kotak makanan atau besek bambu.

Jika tetap memilih plastik, Prof. Zulys menyarankan menggunakan plastik terang bening yang food grade. “Kalau mau tetap pakai plastik, pakailah plastik terang bening yang food grade. Lebih aman dan terkontrol untuk kemasan makanan,” tutupnya.

Dengan memahami asal plastik dan potensi kandungan berbahaya, konsumen dapat membuat pilihan yang lebih sehat. Menggunakan bahan alami atau plastik food grade dapat mengurangi paparan zat beracun. Praktik sederhana ini penting untuk menjaga kesehatan saat menyiapkan daging kurban bagi keluarga dan tetangga.

plastik hitamlimbah elektronikdaging kurbanzat beracundaun pisangbesek bambufood gradekarsinogenik

Komentar

Memuat komentar...