PLTA Saguling Terancam Eceng Gondok, Pembersihan Penting
Gambar atau konten salah?
Eceng gondok, gulma air yang tumbuh tak terkendali, kini menjadi ancaman bagi keandalan operasional PLTA Saguling di Kabupaten Bandung Barat. Gulma ini mengganggu aliran air, sumber utama energi listrik, sekaligus menandakan penurunan kualitas perairan.
Selama setahun terakhir, area eceng gondok di Sungai Citarum mencapai 8,5 hektare. Jumlah ini menunjukkan betapa banyak gulma yang harus diangkat dengan alat berat. Pembersihan rutin menjadi kunci untuk menjaga aliran air tetap lancar.
"Dalam satu tahun terakhir, sekitar 8,5 hektare area eceng gondok telah dibersihkan melalui kegiatan kolaboratif lintas instansi dan masyarakat," kata Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling, Doni Bakar, saat dikonfirmasi, Rabu, 13 Mei 2026. Ia menekankan perlunya pembersihan rutin di titik-titik prioritas.
"Pembersihan eceng gondok harus dilakukan secara rutin. Sejauh ini memang masih dibersihkan menggunakan alat berat serta pengangkutan manual oleh personel lapangan," tambahnya. Proses ini memerlukan tenaga dan peralatan khusus, namun tetap menjadi upaya penting untuk menjaga aliran air.
Selain pembersihan, PLN mendorong pemanfaatan eceng gondok sebagai produk bernilai ekonomi. Dengan cara ini, gulma yang tumbuh tanpa terkendali dapat diubah menjadi sumber pendapatan, sekaligus mengurangi dampak ekologis.
"Di sisi lain, kami juga selalu berusaha menjaga kualitas air perairan Waduk Saguling, karena keberadaan eceng gondok menjadi indikator penurunan kualitas air," ujarnya. Upaya ini melibatkan pengawasan kualitas air secara berkala.
Warga empat kampung di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, merasakan dampak langsung. Populasi nyamuk meningkat tajam, mengganggu kehidupan sehari‑harinya. Nyamuk tersebut diduga bermigrasi dari daerah aliran sungai Waduk Saguling yang tertutup oleh eceng gondok.
Secara keseluruhan, pengelolaan eceng gondok di PLTA Saguling melibatkan pembersihan rutin, pemanfaatan ekonomi, dan pemantauan kualitas air. Upaya ini bertujuan menjaga kestabilan energi listrik sekaligus kesehatan masyarakat di sekitar Waduk Saguling.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz