Pocong di Bandung Barat dan Sumedang: Polri Tanggap

Ningsih R. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 141 dibaca
Bisik.id
Pocong di Bandung Barat dan Sumedang: Polri Tanggap

Gambar atau konten salah?

Di dua wilayah di Jawa Barat, kabar tentang sosok pocong yang menakutkan malam hari menjadi topik hangat. Masyarakat di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang melaporkan penampakan yang menimbulkan rasa takut di rumah‑rumah mereka.

Di Kabupaten Bandung Barat, warga di Kecamatan Padalarang dan Ngamprah mengaku melihat sosok pocong mengetuk kaca dan pintu rumah. Sosok tersebut dikabarkan memakai kain putih, menyerupai kafan, dan menimbulkan ketegangan di lingkungan sekitar. Berita ini menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial, memicu kekhawatiran di kalangan penduduk.

Untuk menanggapi situasi ini, Kasi Humas Polres Cimahi Iptu Gofur Supangkat mengaku bahwa ada kabar yang beredar dan segera melakukan penelusuran. “Ya, kami sudah dapat informasi terkait keberadaan sosok yang disebut pocong oleh warga. Tapi laporan resmi dari warga belum ada, kami menelusuri informasi dari media sosial,” kata Gofur saat dikonfirmasi, Senin, 25 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa anggota Unit Reskrim Polsek Padalarang telah diterjunkan ke lapangan untuk menyelidiki lebih lanjut.

Menurut Gofur, warga setempat meyakini bahwa penampakan tersebut bukan makhluk halus melainkan oknum manusia yang sengaja menyamar menggunakan kain putih. “Sudah, anggota sudah turun mengecek lokasi untuk penyelidikan. Sekarang masih mengumpulkan keterangan warga, keyakinan warga juga sosok itu orang yang punya niat buruk karena melakukan teror di malam hari,” tambahnya. Ia menekankan pentingnya memperketat patroli di jam-jam rawan dan meminta masyarakat untuk bersinergi menjaga keamanan wilayah masing-masing.

Gofur juga menyatakan bahwa patroli kepolisian akan ditingkatkan, namun peran aktif masyarakat tetap diperlukan. “Tentunya patroli kepolisian akan ditingkatkan, tapi di sisi lain tentunya peran aktif masyarakat sangat diperlukan. Informasinya sosok ini meresahkan di beberapa lokasi, bahkan sudah ada info di Cimahi, silakan mengintensifkan lagi siskamling sebagai langkah antisipasi,” jelas Gofur.

Di sisi lain, di Kabupaten Sumedang muncul kepanikan yang berbeda. Warga di Kecamatan Tanjungsari mendengar selebaran berantai yang menuturkan adanya pocong “jadi-jadian” yang masuk ke permukiman sambil membawa senjata tajam (sajam). Selebaran tersebut bahkan memuat ajakan agar warga Sumedang bersiap melawan teror tersebut.

Berbeda dengan penanganan di Bandung Barat, Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansyah menepis keras isu pocong bersenjata tajam. Pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh dan memastikan kabar itu hanyalah hoaks. “Jadi untuk kabar itu kami tegaskan di wilayah hukum Polres Sumedang itu tidak ada. Baik itu di Polsek, jajaran Polsek, dan baik itu di jajaran Polres Sumedang, belum ada informasi mengenai pocong itu dan belum ada laporan yang kami terima. Kami pastikan itu hoaks tidak benar terkait dengan kabar tersebut,” ujar Tanwin, Senin, 25 Mei 2026.

Tanwin meminta warga Sumedang untuk tetap tenang dan tidak mudah termakan isu liar yang berseliweran di dunia maya tanpa kejelasan sumber dan buktinya. “Dan untuk masyarakat jangan mudah terpercaya dengan medsos karena belum tentu benar keadaannya,” tambahnya. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan yang berbasis pada fakta dan mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Jika ada tindakan kejahatan apapun, ia menyarankan agar segera melaporkan ke 110 dengan respons yang cepat.

Dalam kedua wilayah, kepolisian menegaskan bahwa tidak ada bukti nyata mengenai kehadiran pocong bersenjata atau makhluk halus. Penanganan di Bandung Barat difokuskan pada pencarian oknum yang menyamar, sementara di Sumedang, pihak kepolisian menegaskan bahwa kabar tersebut hanyalah hoaks. Masyarakat diharapkan tetap waspada namun tidak terjebak dalam ketakutan yang tidak berdasar. Kepolisian berjanji akan meningkatkan patroli dan memfasilitasi kerja sama antara aparat dan warga untuk menjaga keamanan lingkungan. Dengan demikian, situasi dapat dijaga agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebih di antara penduduk setempat.

pocongBandung BaratSumedanghoakspolisimedia sosialpatroli

Komentar

Memuat komentar...