Polda Jateng & Polres Boyolali Ungkap Pencurian Gereja
Gambar atau konten salah?
Polda Jawa Tengah (Jateng) berkolaborasi dengan Polres di Kabupaten Boyolali dan Semarang untuk mengungkap serangkaian pencurian di gereja-gereja lereng Gunung Merapi dan Merbabu.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes M Anwar Nasir, menyatakan bahwa kepolisian masih menganalisa kasus ini untuk menahan pelaku. Ia mengungkapkan melalui pesan singkat, “Krimum Polda sedang lakukan analisa dan akan back‑up Polres untuk ungkap pelaku dari berbagai kasus pencurian di beberapa gereja akhir‑akhir ini,” pada 23 April 2026.
Anwar menambahkan bahwa indikasi adanya sindikat di balik pencurian masih dalam proses analisa bersama Polres jajaran. Ia menyatakan, “(Indikasi sindikat?) Masih dianalisa. (Bersama Polres?) Ya, Polres‑polres berkoordinasi, diback‑up Polda untuk ungkap pelaku,” menegaskan koordinasi lintas lembaga.
Ia juga mengimbau pengurus gereja di wilayah terdampak untuk meningkatkan keamanan, khususnya dengan pemasangan CCTV. Ia menekankan, “Imbauan khusus agar (gereja) yang belum punya CCTV, upayakan memasang dan yang sudah ada. Pastikan CCTV‑nya dalam keadaan berfungsi untuk bisa bantu pengungkapan,” menegaskan pentingnya sistem pengawasan.
Kasus pencurian pertama terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Gunung Sinai, Dukuh Ngargowinangun, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, pada 21 April 2026. Sejumlah peralatan elektronik gereja tersebut hilang.
Di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, tiga gereja juga dibobol antara Februari‑April 2026. Alat musik di dalam gereja-gereja tersebut dilaporkan hilang. Pencurian pertama terjadi pada 7 February 2026 di Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKTJU), Dusun Banaran, Desa Tajuk. Pencurian kedua berlangsung pada 8 April 2026 di Gereja Metodhis Indonesia (GMI), Dusun Krangkeng, Desa Batur. Pencurian ketiga terjadi pada 14 April 2026 di Gereja Bethel Indonesia (GBI), Dusun Wates, Desa Sumogawe.
Menurut laporan, gereja di Tamansari, Boyolali, juga mengalami pencurian peralatan elektronik pada periode yang sama. Pihak kepolisian masih menelusuri jejak pelaku, sementara gereja-gereja di daerah tersebut diharapkan segera memperkuat sistem keamanan.
Situasi ini menyoroti kebutuhan akan pengawasan yang lebih ketat di tempat ibadah, terutama di daerah rawan pencurian. Peningkatan penggunaan CCTV dan koordinasi antara kepolisian dan gereja menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
