Poliklinik Desa Jomboran Dicoret, Masyarakat Tetap Pakai
Gambar atau konten salah?
Klaten – Poliklinik Desa (Polindes) di Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, mengalami vandalisme yang terus-menerus. Temboknya dicoret‑coret, meski fasilitas masih aktif dipakai masyarakat.
Selasa, 09 Juni 2026, Kades Jomboran, Agung Widodo, mengaku, “Ya begitulah. Sudah sering kita cat ulang, dicoret-coret lagi,” menambahkan bahwa pelaku tidak diketahui identitasnya dan biasanya bekerja pada malam hari.
Menurut Agung, Polindes tetap berfungsi. Ia menyatakan, “Masih digunakan untuk masyarakat. Pelakunya orang mana juga tidak tahu karena biasanya dilakukan malam hari,” menekankan bahwa bangunan masih menjadi tempat layanan kesehatan.
Agung juga menyoroti bahwa pagar Sekolah Dasar Negeri 2 Jomboran tidak luput dari serangan. Ia mengatakan, “SDN juga masih untuk belajar. Saya khawatir gedung KDMP (koperasi desa merah putih) nantinya juga disasar karena lokasinya sepi,” menambahkan bahwa lokasi Polindes berada di tepi jalan raya, jauh dari permukiman.
Pengamatan menunjukkan tembok di sisi selatan jalan dan di belakang Polindes penuh coretan. Pagar SDN 2 Jomboran juga menampilkan coretan huruf konsonan yang tidak jelas maknanya.
Darsono, warga setempat, mengungkapkan bahwa Polindes sudah lama menjadi sasaran. Ia berkata, “Dicat dicoret-coret lagi. Tembok yang ke arah RSUD juga dicoreti,” menegaskan bahwa pelaku memilih lokasi sepi, seperti arah selatan menuju Rawa Jombor dan barat menuju RSUD.
Setiap kali Polindes dicat ulang, coretan muncul kembali. Tembok di sisi selatan dan belakang menampakkan huruf-huruf konsonan yang tidak teratur. Sementara pagar SDN 2 Jomboran juga penuh coretan yang tidak jelas maknanya. Warga menganggap pelaku memilih lokasi sepi, seperti arah selatan menuju Rawa Jombor atau barat menuju RSUD, karena lebih sulit dideteksi.
Polindes dan fasilitas sekitarnya tetap beroperasi, namun kejahatan ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan bangunan di daerah yang kurang ramai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
