Polres Klaten Gerebek Rumah Penimbun BBM Solar di Daleman
Gambar atau konten salah?
Polres Klaten melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Desa Daleman, Kecamatan Tulung pada 05 Mei 2026. Rumah tersebut diduga menjadi tempat penimbunan BBM bersubsidi jenis solar.
Kapolres Klaten, AKBP M Faruk Rozi, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia berkata, Betul (Polres menggerebek penimbun BBM solar subsidi di Desa Daleman, Kecamatan Tulung)
saat dimintai konfirmasi. Namun ia belum menjelaskan detail tentang penimbunan solar itu.
Warga sekitar juga mengakui adanya penggerebekan. Seorang pria yang ditemui di jalan selatan Dukuh Padan menyatakan, Ya tapi itu kejadiannya sudah kemarin Mas. Lokasi di rumah tengah kampung situ (menunjuk Dukuh Padan, Desa Daleman, Kecamatan Tulung)
. Ia menambahkan, Lokasinya itu lho, masuk kampung nanti tepi jalan
.
Kepala Desa Daleman, Mursito, menegaskan kabar tersebut. Ia mengatakan kejadian terjadi pada 04 Mei 2026 pukul 10.00 WIB. Ia berkata, Gak tahu pasti, turene (katanya) jam 10.00 WIB. Kita belum dapat laporan dari ketua RT atau RW-nya
. Menurutnya, pemdes tidak diberi tahu atau diajak menyaksikan lokasi. Ia menambahkan, Kayaknya tempat tinggal, itu bukan warga kita (asli). (Lokasi yang digerebek) Untuk rumah, ya hanya rumah tinggal tapi pastinya saya belum tahu
.
Penggerebekan ini menyoroti upaya penegakan hukum terhadap penimbunan BBM subsidi di daerah Klaten. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
