Polrestabes Tutup Warung Obat Keras, DPRD Bandung Pujian
Gambar atau konten salah?
Asep Mulyadi, Ketua DPRD Kota Bandung, mengapresiasi tindakan cepat Polrestabes Bandung dalam menertibkan warung yang menjual obat keras. Dalam operasi tersebut, polisi menutup warung di Jalan Banten yang sudah lama menjadi masalah bagi warga.
Penggerebekan berlangsung pada Senin, 23 Maret 2026. Petugas menelpon satu orang yang diduga terlibat. Selain itu, polisi menyita 600 butir tramadol, 150 butir hexymer, uang hasil penjualan senilai Rp 1,6 juta, serta 4 unit ponsel. Semua barang bukti disimpan untuk proses hukum.
“Alhamdulillah saya berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung terkait dugaan penjualan obat tramadol yang kian meresahkan di Jalan Banten, Kota Bandung yang dilaporkan oleh masyarakat,” kata Asep Mulyadi pada Rabu, 25 Maret 2026. Ia menambahkan, “Dan Alhamdulillah sekitar pukul 16.00 tim Polrestabes Bandung langsung mengamankan satu orang dengan barang bukti obat terlarang,”.
Ketua DPRD menilai respons kepolisian sangat tepat. Ia berharap operasi seperti ini dapat mengurangi peredaran obat terlarang dan menjaga keamanan lingkungan. “Hatur nuhun, ferima kasih laporannya. Dan terima kasih juga nih aksi nyatanya dari Polrestabes Bandung ya terkait peredaran obat terlarang tersebut,” pungkasnya.
Operasi ini menegaskan komitmen pihak berwenang dalam menanggulangi penyalahgunaan obat. Ke depan, diharapkan tindakan tegas terus dilaksanakan agar masyarakat Bandung dapat hidup lebih aman dan sehat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
