Porter Bandung, Rian, Tak Mudik Lebaran, Hanya Video Call

Sinta R. · 1 min baca · 4 bulan lalu · 38 dibaca
Bisik.id
Porter Bandung, Rian, Tak Mudik Lebaran, Hanya Video Call

Gambar atau konten salah?

Rian Cahya, yang sudah beroperasi sejak 2006, menyiapkan operasionalnya menjelang Lebaran. Dalam setiap langkah, ia menekankan pentingnya layanan bagi masyarakat, bukan sekadar memaksimalkan keuntungan.

Mulai kerja setiap hari pada pukul 08.30 pagi, Rian menaksir jadwalnya berlangsung hingga keesokan harinya pada jam yang sama. Sistem shift ini memastikan setiap titik layanan dapat beroperasi 24 jam, memudahkan pelanggan yang membutuhkan.

Sejak memulai, Rian telah menetapkan anggaran operasional sebesar Rp38 ribu per hari. Anggaran ini digunakan untuk memfasilitasi transportasi, pelatihan staf, dan biaya operasional harian. Pengelolaan dana ini dilakukan secara transparan, tanpa menuntut pembayaran tambahan dari pelanggan.

Rian berfokus pada pelayanan “ke‑malang”, membantu orang-orang yang ingin berpindah atau melakukan perjalanan bisnis ke kota tersebut. Ia menilai bahwa layanan transportasi yang andal menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung semua pelanggan tanpa memandang jumlah pembayaran. “Jika seseorang membutuhkan bantuan, kami akan melakukannya tanpa mengharapkan biaya tambahan,” ujarnya.

Rian mengakui bahwa proses ini tidak selamanya mudah. Namun, ia percaya bahwa persiapan yang matang dan anggaran yang disiplin memungkinkan perusahaan tetap beroperasi secara berkelanjutan.

Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, Rian Cahya tetap fokus pada misi membantu masyarakat, memastikan setiap perjalanan menuju Malang menjadi lebih lancar dan terjangkau.

Ringkasan: Rian Cahya, beroperasi sejak 2006, menyiapkan layanan transportasi menjelang Lebaran dengan anggaran harian Rp38 ribu. Jadwal kerja dimulai pukul 08.30 pagi, beroperasi 24 jam, dan ia berkomitmen membantu semua pelanggan tanpa biaya tambahan, khususnya bagi perjalanan ke Malang.

PorterLebaranStasiun BandungRian CahyaMudikKemanusiaanSumedang

Komentar

Memuat komentar...