Prabowo Dukung Genting Plastik Banyumas untuk Rumah Baru
Gambar atau konten salah?
Prabowo Subianto mengapresiasi pemanfaatan limbah menjadi material bangunan saat mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLEk) Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Di sana, ia melihat produk genting hasil olahan sampah plastik.
Menurut Prabowo Subianto, genting dari limbah dinilai cukup efektif dan berpotensi masuk dalam program pembangunan rumah ke depan.
"Gentingnya lumayan, efektif, katanya efektif. Kayaknya bisa masuk anggaran kita pembangunan rumah," kata Prabowo Subianto kepada wartawan, 28 April 2025.
Ke depannya Prabowo Subianto berencana untuk menghilangkan atap berbahan baku seng karena dinilai mudah berkarat. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada kesehatan warga.
"Kita mau hilangkan penggunaan seng yang berkarat, ujungnya tidak sehat untuk yang huni," imbuhnya.
Sementara itu Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan pemanfaatan limbah menjadi produk seperti genting maupun paving block masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dari sisi kapasitas produksi dan pasar.
"Genting dan paving sama sebetulnya. Cuma kalau kapasitas besar kita susah untuk memenuhi," ujar Sadewo Tri Lastiono.
Selain itu, harga jual produk olahan limbah disebut masih relatif lebih tinggi dibanding produk konvensional, sehingga pasarnya saat ini lebih banyak berasal dari pemerintah.
"Kayak paving, kemudian harga jualnya itu lebih tinggi dari paving biasa, jadi yang beli biasanya pemerintah," jelasnya.
Sadewo Tri Lastiono mengungkapkan, pihaknya juga telah menjajaki kerja sama dengan perbankan untuk mendorong pemanfaatan produk limbah di sektor perumahan.
"Sebenarnya saya sudah diskusi dengan BTN untuk perumahan yang developer-nya kredit BTN akan menggunakan limbah ini," katanya.
Meski demikian, tidak semua produk bisa diaplikasikan secara luas. Dia mencontohkan, paving dari limbah yang dinilai belum cocok untuk digunakan di jalan karena persoalan teknis.
"Tapi paving ini tidak bisa dipasang di jalan. Karena kalau hujan genangan air pavingnya jadi kapal-kapalan," ujarnya.
Terkait wacana proyek gentingisasi yang sempat disinggung Prabowo Subianto, Sadewo Tri Lastiono menilai implementasinya perlu dikaji secara realistis, terutama jika dikaitkan dengan program rumah tidak layak huni (RTLH).
"Tadi Pak Prabowo Subianto sempat nyinggung untuk proyek gentingisasi, tapi saya tidak ngerti, realistis saja. RTLH Rp 20 juta kalau kepotong Rp 4 juta ya berat," tegasnya.
Meski begitu, dia tetap membuka peluang pengembangan produksi berbasis limbah selama ada permintaan pasar, bahkan tidak menutup kemungkinan mencari bahan baku dari daerah lain.
"Mungkin juga untuk proyek gentingisasi asal ada pesanan ya kita cari sampah dari kabupaten lain. Kalau saya asal jadi cuan untuk PAD ya saya kejar," pungkasnya.
Kegiatan ini menyoroti potensi limbah plastik sebagai sumber material konstruksi yang dapat mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi dan terbuka dan daerah.
Pemerintah terus memantau perkembangan proyek ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
