Prabowo: Indonesia Kaya Sumber Daya, Manfaatkan untuk Rakyat
Gambar atau konten salah?
Prabowo Subianto menilai Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam. Mulai dari nikel, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, batu bara, hingga kelapa sawit, negara ini menjadi salah satu produsen terbesar di dunia.
Dalam upacara peringatan hari lahir Pancasila yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, ia mengungkapkan pandangannya pada Senin (01 Juni 2026). Prabowo berkata, “Kita adalah salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern, yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi. Kita salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan, “Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel, komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting. Sekarang kita sudah swasembada pangan, di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap,” sambung Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa manfaat kekayaan alam belum sepenuhnya dirasakan oleh rakyat. Ia mengatakan, “Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah akan mendorong transformasi ekonomi nasional. Ia menegaskan, “Tugas saya untuk melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita. Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila, menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila,” tutur Prabowo.
Prabowo menekankan pentingnya mengalirkan nilai tambah dari sumber daya alam ke dalam negeri, sehingga dapat memperkuat ekonomi Pancasila dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan menempatkan Indonesia sebagai produsen utama komoditas penting, ia berharap negara dapat lebih siap menghadapi tantangan ketahanan pangan global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
