Prabowo Panggil Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Ganti Dadan
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo telah resmi menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Dadan Hindayana. Nanik lulus dari Program Studi Biologi Lingkungan di Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto pada tahun 1988.
Ketua Ikatan Alumni Unsoed (IKA), Abdul Kholik, mengungkapkan bahwa ia mengenal Nanik lewat berbagai kegiatan alumni. Ia pernah mengikuti acara yang dipimpin oleh Nanik, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN di Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
"Beliau ini lulusan Unsoed angkatan 1983 Fakultas Biologi. Saya angkatan 1988, jadi memang agak jauh. Tetapi selama ini beliau punya kepedulian terhadap alumni. Beberapa kali hadir dalam forum-forum alumni untuk sharing bagaimana alumni bisa terus berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi negara," kata Kholik.
Menurutnya, semangat kolaborasi yang ditunjukkan Nanik menjadi modal penting dalam menjalankan tugas baru sebagai Kepala BGN. IKA Unsoed memberikan dukungan agar Nanik dapat membenahi berbagai persoalan publik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saya melihat spirit beliau. Kami di Ikatan Alumni tentu memberikan dukungan kepada Bu Nanik untuk bisa membenahi BGN. Dengan segala catatan tentu agar Bu Nanik juga mendengarkan aspirasi publik dan berbagai masukan terhadap bagaimana program MBG bisa lebih baik ke depan," ujarnya.
Kholik menilai Nanik memiliki bekal dan pengalaman cukup untuk melakukan perbaikan di BGN. Sebelumnya, Nanik diberi tugas melakukan supervisi dan pemantauan langsung ke lapangan terhadap pelaksanaan MBG.
"Bu Nanik kemarin diberi tugas banyak melakukan supervisi dan turun ke lapangan. Saya kira beliau sudah punya bahan untuk bagaimana memperbaiki situasi dan kondisi di BGN, termasuk meningkatkan standar dapur SPPG agar lebih baik lagi," jelasnya.
Ia juga menyoroti langkah BGN yang telah menjalin kerja sama dengan Kejaksaan dalam pengawasan pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Menurutnya, penguatan pengawasan dapat menjadi instrumen penting untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ditemukan.
"Saya mendengar BGN juga sudah bekerja sama dengan Kejaksaan di seluruh Indonesia untuk menjadi bagian dari pengawasan langsung pelaksanaan MBG di lapangan. Kalau itu terus dioptimalkan, saya kira bisa menjadi sarana untuk mengawal sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan program," katanya.
Lebih lanjut, Kholik, yang juga anggota DPD RI Jawa Tengah, menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas generasi muda, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah.
"Sebenarnya ini program yang bagus, program yang dibutuhkan untuk investasi generasi. Di sisi lain juga bisa menggerakkan ekonomi di daerah. Kalau bisa terus membentuk rantai pasok antara pelaku usaha desa, koperasi, kelompok tani, dan produk-produknya, saya kira dampak ekonominya akan sangat signifikan, baik bagi daerah maupun nasional," ungkapnya.
Selain aktif dalam pelaksanaan tugas di BGN, Nanik juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan alumni Unsoed. Kholik menyebut kehadiran Nanik kerap memberi motivasi bagi para alumni untuk terus berkontribusi bagi bangsa.
"Beberapa kali beliau hadir dan memberi motivasi kepada para alumni agar terus memberikan kontribusi terbaik melalui kolaborasi untuk bangsa dan negara. Itu yang selama ini menjadi spirit beliau," pungkasnya.
Dengan latar belakang akademis dan pengalaman lapangan, Nanik S Deyang diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan meningkatkan standar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Dukungan dari Ikatan Alumni Unsoed dan kerja sama dengan Kejaksaan diharapkan memperlancar proses evaluasi dan perbaikan program. Program ini tidak hanya menargetkan peningkatan gizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal, koperasi, dan kelompok tani di daerah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026