Prabowo Umumkan Rencana Beralih BBM ke Bahan Bakar Nabati

Andi B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
Prabowo Umumkan Rencana Beralih BBM ke Bahan Bakar Nabati

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menghentikan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM). Pada Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, 20 Mei 2024, ia mengumumkan serangkaian langkah strategis.

Ia menegaskan bahwa pemerintah sedang mempercepat produksi solar dari minyak kelapa sawit dan mengevaluasi kemungkinan produksi bensin dari minyak kelapa sawit. “Untuk mengatasi krisis energi kita sedang mempercepat produksi solar dari minyak kelapa sawit, kita juga sedang mengkaji produksi bensin dari minyak kelapa sawit,” ujarnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menerapkan kebijakan mandatori biodiesel 50 secara serentak di semua sektor mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini bertujuan menggantikan BBM dengan bahan bakar nabati.

Presiden juga menambahkan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan sektor perkebunan. “Kita juga akan produksi solar dan gas dari batu bara,” tambahnya, menyoroti potensi hilirisasi pertambangan.

Di bidang energi rumah tangga, ia optimistis Indonesia dapat menciptakan sumber energi memasak yang lebih murah menggunakan limbah pertanian. “Kita juga bisa produksi energi untuk masak dengan sangat murah, dengan limbah-limbah dan batang-batang jagung,” tutur Presiden.

Di sektor ketenagalistrikan, pemerintah mencanangkan lompatan besar dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). “Produksi listrik dari tenaga surya akan kita percepat, kita canangkan. Kita sudah cadangkan akan membangun 100 gigawatt dari tenaga surya dalam 3 tahun ini,” tegas Prabowo.

Semua hulu produksi energi bersih akan diintegrasikan dengan hilir pendorong ekosistem kendaraan ramah lingkungan. Ia menjelaskan strategi konversi kendaraan: “Kita padukan ini dengan konversi motor dan mobil, dari motor dan mobil BBM ke motor listrik,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan konversi 120 juta unit sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik. Namun, target ini mendapat kritik teknis. Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai target tidak realistis karena keterbatasan ekosistem; pada akhir 2025 hanya 39 bengkel tersertifikasi, sedangkan dibutuhkan minimal 16.000 bengkel untuk mencapai target.

Prabowo menutup pidato dengan keyakinan bahwa Indonesia dapat keluar dari bayang-bayang krisis energi global. “Insyaallah kita akan hilangkan ketergantungan kita kepada impor BBM dan kita akan menghemat devisa kita yang sangat berharga,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil, memperkuat ekonomi nasional, dan meningkatkan ketersediaan energi bersih bagi masyarakat.

Prabowo Subiantobiodiesel 50solar kelapa sawitenergi terbarukankonversi motor listrikhilirisasi pertambanganketergantungan impor BBM

Komentar

Memuat komentar...