Pria Mabuk Kuasa Ngamuk di Restoran, Nekat Kabur Tanpa Bayar
Gambar atau konten salah?
Seorang pria membuat kegaduhan di restoran nasi kandar terkenal di Penang, Malaysia. Bukan hanya membentak pegawai, ia juga diduga hendak kabur tanpa membayar makanan yang sudah dimakannya.
Kejadian ini diunggah oleh pihak restoran Nasi Kandar Sulaiman di media sosial. Unggahan itu langsung ramai dibicarakan warganet Malaysia. Semua berawal saat pria tersebut datang untuk memesan makanan.
Alih-alih menunggu dilayani, ia langsung masuk ke area penyajian makanan. Tempat itu khusus untuk pegawai, bukan untuk pelanggan. Seorang pegawai pun menegurnya dengan sopan. Ia menjelaskan bahwa pelanggan tidak boleh masuk ke area tersebut. Informasi ini dilaporkan oleh World of Buzz pada 13 Juli 2025.
Pria itu tidak menerima teguran. Ia malah emosi dan mulai membentak. "Memangnya kamu tidak tahu saya siapa?" katanya kepada pegawai tersebut.
Suasana di restoran semakin panas. Admin restoran mengaku harus turun tangan untuk menenangkan situasi. Akhirnya pria itu kembali ke mejanya dan mulai makan. Tapi sikapnya masih agresif. Ia terus memarahi pegawai dan bahkan mengambil foto pekerja tersebut.
"Dia marah kepada pegawai dan membuat keributan besar. Saya turun tangan untuk menenangkannya, tetapi saat sedang makan pun dia masih terus marah dan memotret pegawai kami," tulis pihak restoran dalam unggahan mereka.
Setelah selesai makan, pria itu kembali berteriak. Ia bahkan diduga mengancam akan memukul pegawai yang sebelumnya menegurnya. Tidak lama kemudian, pihak restoran menghitung total tagihan dan memintanya membayar. Namun menurut admin, pria itu sempat mengabaikan permintaan tersebut.
Ia duduk sejenak. Lalu mengambil tasnya dan berjalan keluar restoran. Seolah-olah semua tagihannya sudah lunas. Melihat itu, admin restoran langsung mengejarnya. Ia mengingatkan bahwa makanan yang disantap belum dibayar. Tapi pria itu bersikeras bahwa dirinya sudah membayar.
Pihak restoran kemudian memberi tahu bahwa seluruh aktivitas di dalam restoran terekam kamera CCTV. Rekamannya bisa diperiksa. Mendengar hal itu, pria tersebut akhirnya membayar seluruh tagihannya sebelum meninggalkan lokasi.
Pihak restoran menduga keributan yang dibuat pria itu adalah cara untuk mengintimidasi. Tujuannya agar karyawan enggan menghentikannya saat mencoba keluar tanpa membayar.
"Berhadapan dengan orang seperti ini benar-benar melelahkan. Awalnya dia bersikap seperti preman dan membuat kekacauan di restoran. Lalu dia mencoba pergi tanpa bayar," tulis pihak restoran.
"Mungkin keributan itu memang sengaja dibuat agar kami takut menghentikannya. Untungnya kami memiliki CCTV. Semoga pelaku usaha lain juga lebih waspada jika menghadapi orang seperti ini," lanjut mereka.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana rekaman CCTV bisa menjadi alat penting untuk melindungi usaha kecil dari pelanggan yang bermasalah. Tanpa bukti visual, pria itu mungkin berhasil lolos tanpa membayar. Kejadian serupa bisa terjadi di mana saja, dan kewaspadaan dari pemilik usaha menjadi kunci utama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
