PSBM 26: Fokus Ekspor Kopi Sulsel di Makassar untuk Investor

Surya B. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 116 dibaca
Bisik.id
PSBM 26: Fokus Ekspor Kopi Sulsel di Makassar untuk Investor

Gambar atau konten salah?

26 Maret 2026 di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, dibuka Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-26. Acara ini menampung lebih dari 2.000 orang saudagar Bugis Makassar serta pejabat tinggi negara.

Para tamu kehormatan datang bersamaan dengan para undangan utama. Di barisan depan, Aksa Mahmud, inisiator PSBM, bersama Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Menteri Pertanian sekaligus Ketua DPP KKSS Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Mereka menandai awal acara dengan sambutan penuh semangat.

Selanjutnya hadir Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla. Mereka menambah kedalaman diskusi tentang hak-hak pekerja dan pemberdayaan perempuan di sektor perdagangan.

Berbagai politisi asal Sulawesi Selatan turut hadir, termasuk Meity Rahmatia, Andi Iwan Aras, dan Syamsu Rizal MI. Mereka menyoroti potensi ekonomi lokal dan kebutuhan dukungan pemerintah.

Gubernur-gubernur juga hadir, menandai dukungan regional. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, dan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud bersatu dalam satu meja pertemuan.

Ibnu Munzir, Ketua Panitia PSBM XXVI, mengungkapkan bahwa tahun ini PSBM menampilkan format baru. Ia menjelaskan, “Jadi kami tidak hanya menyiapkan forum pleno untuk mendengarkan success story, tetapi kami menyiapkan semacam forum komisi-komisi yang kami istilahkan sebagai kelas bisnis matching,” katanya. Format ini bertujuan mempertemukan langsung pelaku usaha dengan investor.

Fokus utama forum tersebut adalah pengembangan komoditas kopi. Ibnu menyatakan, “Dalam bidang investasi dan kewirausahaan untuk ekspor kopi, panitia memfasilitasi produsen, seller, dan buyer bertemu untuk komoditas kopi ini. Sehingga dapat ditandatangani MoU untuk rencana ekspor komoditas kopi se‑Sulsel ke luar negeri,” ia tambah. Langkah ini diharapkan membuka peluang ekspor kopi Sulawesi Selatan ke pasar internasional.

Acara PSBM 2026 menegaskan komitmen Makassar sebagai pusat perdagangan Bugis. Dengan partisipasi luas dari pejabat, gubernur, dan saudagar, pertemuan ini menjadi ajang penting untuk memperkuat jaringan bisnis dan merancang strategi ekspor yang lebih terstruktur.

Pertemuan Saudagar Bugis MakassarPSBMEkspor kopiKomoditas kopiKelas bisnis matchingPemberdayaan perempuanGubernur Sulawesi Selatan

Komentar

Memuat komentar...