Puasa Dzulhijjah 2026: 9 Hari, Doa Berbuka, Jadwal Lengkap
Gambar atau konten salah?
Dzulhijjah adalah bulan terakhir dalam kalender Hijriah. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan berpuasa selama sembilan hari pertama. Anjuran ini bersumber dari hadits yang diriwayatkan oleh Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, yang merujuk pada kisah Rasulullah tentang puasa Asyura dan sembilan hari pertama Dzulhijjah.
Ummul Mu'minin Hafsah menuturkan, “Sesungguhnya, Rasulullah Saw. berpuasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR. Abu Dawud). Hadits ini menegaskan bahwa puasa pada hari-hari tersebut memiliki keutamaan khusus, dan banyak ulama menganggapnya sebagai amalan yang sangat dianjurkan.
Berpuasa bukan saja meneguhkan ketakwaan, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengucap syukur melalui doa saat berbuka. Doa berbuka puasa menjadi bentuk ekspresi rasa terima kasih kepada Allah atas rezeki yang diberikan. Oleh karena itu, setiap muslim diharapkan membaca doa setelah memutuskan puasa.
Doa “Dzahabaa” berasal dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar. Dalam bahasa Arab, doa tersebut ditulis seperti ini: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى. Transliterasinya: Dzahaba azh-zhaama'u wabtallati al-'uruqu, wa tsabata al-ajru in syaa Allah. Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta'ala.” Hadits ini berasal dari Abu Dawud, Daruquthni, Halim, dan Nasa'i.
Doa “Allahumma Laka Shumtu” juga sering dipakai oleh masyarakat Indonesia. Hadits ini memiliki sanad yang lemah, namun tidak bertentangan dengan Al-Qur’an atau hadits shahih. Doa tersebut ditulis dalam bahasa Arab: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ ، وَبِكَ أَمَنْتُ ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. Transliterasinya: Allahumma laka shumtu wa bika amantu, wa 'alaa rizqika afthartu, birah-matika yaa arhamar raahimiin. Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rejeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Pemurah.”
Doa riwayat Ibnu Majah juga sering dibaca. Dalam bahasa Arab, doa tersebut adalah: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي. Transliterasinya: Allaahumma innii as-aluka bi-rahmatikal latii wasi'at kulla syai- in an taghfira lii. Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuniku.” Hadits ini tercatat dalam Ibnu Majah no. 1.753.
Doa riwayat Ibnu Sunni, yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, berbunyi: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا، وَعَلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. Transliterasinya: Allahumma shumnaa, wa 'alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal minna innaka antas samii'ul 'aliim. Artinya: “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” Hadits ini berasal dari Ibnu Sunni.
Keutamaan membaca doa saat berbuka juga dijelaskan dalam hadits Anas bin Malik. Nabi bersabda, “Ada tiga doa yang tidak ditolak: (1) Doa orang tua kepada anaknya, (2) Doa orang yang berpuasa ketika berbuka, (3) Doa orang yang sedang safar.” Hadits ini terdapat dalam HR. al-Baihaqi 3/345 dan dikritisi oleh Syaikh Al-Albani.
Berikut jadwal puasa Dzulhijjah 2026, lengkap dengan tanggal Hijriah dan Masehi:
Puasa Dzulhijjah (1‑7)
1 Dzulhijjah 1447 H – 18 Mei 2026
2 Dzulhijjah 1447 H – 19 Mei 2026
3 Dzulhijjah 1447 H – 20 Mei 2026
4 Dzulhijjah 1447 H – 21 Mei 2026
5 Dzulhijjah 1447 H – 22 Mei 2026
6 Dzulhijjah 1447 H – 23 Mei 2026
7 Dzulhijjah 1447 H – 24 Mei 2026
Puasa Tarwiyah
8 Dzulhijjah 1447 H – 25 Mei 2026
Puasa Arafah
9 Dzulhijjah 1447 H – 26 Mei 2026
Dengan mengikuti jadwal ini, umat dapat melaksanakan puasa sembilan hari pertama Dzulhijjah dan membaca doa-doa yang dianjurkan. Praktik ini tidak hanya menambah ketakwaan, tetapi juga memperkuat rasa syukur atas rezeki yang diberikan.
Doa-doa tersebut, meski memiliki sanad yang berbeda, tetap dapat diamalkan karena tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Melalui puasa dan doa, umat diharapkan dapat merasakan kedekatan spiritual dan memperdalam hubungan dengan Sang Pencipta.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Polusi Udara Serang Semua Organ Anak
Warung Pawon Itong Sajikan Menu Kondangan dengan Suasana Pesta
Salah Kecewa Berat, Pilih Bungkam soal Wasit
Polisi Tanam 6.000 Pohon di Lahan Bekas Tambang Bangka
Pendaftaran Sekolah Swasta Gratis Jakarta Dibuka Lagi
Boeing 747 Bekas Virgin Atlantic Gagal Laku di eBay
Petani Pangandaran Tercekik Biaya Pompa Air
Anggaran Minim, Target Bendungan Rampung 2027 Meleset
Korupsi di Irak: US$20 Juta Disembunyikan dalam Galon Air