Puasa Dzulhijjah hari ke-6: Waktu Tepat untuk Mendekatkan Diri

Dian P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Puasa Dzulhijjah hari ke-6: Waktu Tepat untuk Mendekatkan Diri

Gambar atau konten salah?

Puasa Dzulhijjah, amalan sunnah yang dianjurkan pada tanggal 1‑7 Dzulhijjah, memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Sabtu 23 Mei 2026 adalah hari ke‑6 Dzulhijjah tahun ini, jadi bagi yang ingin puasa pada hari tersebut, ini adalah waktu yang tepat.

Puasa ini bukan sekadar menahan lapar. Ia menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak pahala menjelang Hari Raya Idul Adha. Seperti ibadah lain, puasa Dzulhijjah dimulai dengan niat. Mengetahui bacaan niat yang benar sangat penting agar ibadah sah.

Bacaan niat puasa Dzulhijjah hari keenam sama dengan niat pada hari pertama hingga ketujuh. Menurut buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah, berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُو الْحِجَّةٌ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma syahru Dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta'ala.

Anda dapat mengucapkan niat ini mulai malam hari hingga sebelum fajar, atau jika lupa pada malam, masih boleh diucapkan pada siang hari sebelum matahari terbenam atau waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Untuk bacaan niat pada siang hari, berikut yang diambil dari laman Nahdlatul Ulama Lumajang:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِى الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma hadzaal-yaumi 'an adzaa'i syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta'ala.

Keutamaan puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah sangat dianjurkan. Setiap hari memiliki nilai spiritual tersendiri. Menurut buku Fiqih Puasa karya M Hasyim Ritongga, pada hari keenam Dzulhijjah Allah SWT memberi kemenangan kepada Nabi Muhammad SAW. Umat yang berpuasa pada hari itu diyakini mendapat rahmat dan dijauhkan dari azab-Nya.

Hadits lain menegaskan nilai puasa Dzulhijjah:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعِ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا مَسْعُودُ بْنُ وَاصِلٍ عَنْ نَهَاسِ بْنِ قَهُم عَنْ قتَادَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحُجَةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامٍ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلَّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامٍ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Arab Latin: Hadith translation as per source.

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa didalamnya setara dengan setahun berpuasa dan satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.”

Dengan memahami niat dan keutamaan ini, puasa hari ke‑6 Dzulhijjah menjadi lebih bermakna. Menyadari bahwa satu hari puasa setara dengan setahun berpuasa menambah motivasi untuk melaksanakan ibadah dengan penuh kesungguhan.

Intinya, niat yang tepat dan pemahaman tentang keutamaan puasa Dzulhijjah dapat membantu umat menjalankan ibadah sunnah ini dengan tulus. Puasa hari ke‑6 Dzulhijjah tidak hanya menambah pahala, tetapi juga memberi kesempatan untuk merasakan kemenangan dan rahmat yang dijanjikan Allah SWT.

Puasa DzulhijjahHari ke‑6 DzulhijjahNiat puasaKeutamaan puasaKemenangan AllahRahmatShalat Lailatul Qadar

Komentar

Memuat komentar...