Puasa Sunnah Dzulhijjah 2026: Jadwal Keutamaan Hari Arafah

Sigit W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 200 dibaca
Bisik.id
Puasa Sunnah Dzulhijjah 2026: Jadwal Keutamaan Hari Arafah

Gambar atau konten salah?

Puasa Sunnah Dzulhijjah adalah ibadah yang dianjurkan umat Islam pada bulan Dzulhijjah. Bulan ini dianggap suci karena berisi peristiwa penting dalam sejarah Islam, termasuk peristiwa Idul Adha. Umat diharapkan memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah di bulan ini.

Puasa Dzulhijjah dilaksanakan selama sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, atau sebelum Idul Adha. Hari pertama hingga ketujuh adalah puasa Dzulhijjah, hari kedelapan adalah puasa Tarwiyah, dan hari kesembilan adalah puasa Arafah. Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ummul Mukminin Hafsah RA berkata: “Sesungguhnya Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.”

Pemerintah telah menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Dzulhijjah 1447 H. Hasil sidang tersebut menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, puasa sunnah Dzulhijjah 1447 atau tahun 2026 dimulai pada Senin, 18 Mei 2026 dan berakhir pada Selasa, 26 Mei 2026.

Berikut jadwal lengkap pelaksanaan puasa sunnah Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan Arafah pada tahun 2026 dalam penanggalan kalender Hijriah dan Masehi:

  • 1 Dzulhijjah 1447 H: 18 Mei 2026
  • 2 Dzulhijjah 1447 H: 19 Mei 2026
  • 3 Dzulhijjah 1447 H: 20 Mei 2026
  • 4 Dzulhijjah 1447 H: 21 Mei 2026
  • 5 Dzulhijjah 1447 H: 22 Mei 2026
  • 6 Dzulhijjah 1447 H: 23 Mei 2026
  • 7 Dzulhijjah 1447 H: 24 Mei 2026
  • 8 Dzulhijjah 1447 H: 25 Mei 2026 (Tarwiyah)
  • 9 Dzulhijjah 1447 H: 26 Mei 2026 (Arafah)

Setiap hari puasa memiliki niat yang berbeda. Berikut niatnya yang diambil dari laman Kementerian Agama RI dan buku “Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya” karya Khalifa Zain Nasrullah.

Niat Puasa 1‑7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُوالْحِجَّةٌ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma syahru dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: “Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta'ala.”

Niat Puasa 8 Dzulhijjah (Tarwiyah)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillāhi Ta'ala.

Artinya: “Saya berniat melakukan puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala.”

Niat Puasa 9 Dzulhijjah (Arafah)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aala.

Artinya: “Aku berniat puasa ‘Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala.”

Keutamaan puasa Dzulhijjah dijelaskan oleh Nahdlatul Ulama. Berikut poin-poin pentingnya:

  • Pahala dilipatgandakan: Pahala ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mendapatkan pelipatan dibanding ibadah di bulan lainnya. Rasulullah saw bersabda: “مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ.” Artinya: “Tidak ada hari‑hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.”
  • Penghapusan dosa: Puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) dapat menghapus dosa selama dua tahun. Rasulullah saw bersabda: “يَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ.” Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.
  • Hari pembebasan dari siksa neraka: Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari ini dibanding hari-hari lainnya. Rasulullah saw bersabda: “مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟” Artinya: “Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata, 'Apa yang mereka inginkan?'”

Dengan mengikuti jadwal puasa sunnah Dzulhijjah 1447 H, niat yang tepat, dan memahami keutamaan yang ditawarkan, umat dapat memaksimalkan pahala dan manfaat spiritual menjelang Idul Adha. Puasa ini tidak hanya menambah ibadah, tetapi juga memberi kesempatan bagi setiap individu untuk merenung, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah merupakan rangkaian ibadah yang saling melengkapi, memperkuat tekad, dan meneguhkan iman. Dengan demikian, setiap hari puasa menjadi ajang untuk menebus dosa, memperoleh pahala, dan meraih kedamaian batin.

Puasa DzulhijjahTarwiyahArafahIdul AdhaPahalaPenghapusan DosaNiat Puasa

Komentar

Memuat komentar...