Puasa Tarwiyah dan Arafah: Tanggal, Niat, dan Aturan

Ayu W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 190 dibaca
Bisik.id
Puasa Tarwiyah dan Arafah: Tanggal, Niat, dan Aturan

Gambar atau konten salah?

Puasa Tarwiyah dan puasa Arafah merupakan dua ibadah sunnah yang dijalankan menjelang Hari Raya Idul Adha. Kedua puasa ini memiliki keutamaan besar, mulai dari menghapus dosa hingga menambah pahala pada hari-hari terbaik dalam Islam. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah 1447 (25 Mei 2026), sedangkan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah 1447 (26 Mei 2026). Menurut hasil sidang isbat yang digelar pemerintah Indonesia, 1 Dzulhijjah 1447 jatuh pada 18 Mei 2026.

Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah yang diambil dari buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa oleh Nur Solikhin:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta'aalaa.
“Saya berniat puasa tarwiyah sunnah karena Allah.”

Berikut bacaan niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aalaa.
“Saya berniat puasa arafah sunnah karena Allah.”

Waktu membaca niat puasa Tarwiyah dan Arafah cukup fleksibel. Menurut Majelis Ulama Indonesia, niat puasa sunah dapat dilafazkan sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar. Meskipun niat dapat dilakukan hingga menjelang siang, syarat puasa tetap harus terpenuhi sejak fajar. Artinya, seseorang baru dapat dihukumi berpuasa jika sejak fajar ia tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan lain‑lain.

Ketentuan menggabungkan niat qadha Ramadhan dengan puasa Tarwiyah atau Arafah dijelaskan dalam laman NU Online. Jika seseorang memiliki utang puasa Ramadhan, dianjurkan untuk segera membayar utang puasanya terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa sunnah. Namun, bila ia baru teringat jelang jadwal puasa Tarwiyah atau Arafah, sebaiknya ia membayar puasanya di hari‑hari yang dianjurkan berpuasa.

Buya Yahya, dalam kajian di Channel Youtube Al‑Bahjah TV, menegaskan bahwa puasa qadha di bulan Dzulhijjah tetap harus diprioritaskan. Ia berkata, “Yang lebih baik adalah, bayar utangmu terlebih dahulu, karena bayar utang adalah puasa wajib. Dan puasa wajib pahalanya lebih gede.” Ia menambahkan, “Bagaimana niatnya? Anda niat bayar utang. Jangan digabung dengan niat (puasa sunnah), sebab niat puasa fadhu tidak boleh digabung dengan lainnya.”

Menurut MUI Digital, puasa qadha Ramadhan yang dilaksanakan pada hari‑hari yang dianjurkan berpuasa tetap memperoleh pahala puasa sunnah tersebut. Fatwa ini didasarkan pada pendapat Imam Al‑Barizi (wafat 738 H) dan Syekh Abu Bakr Syatha Ad‑Dimyathi (wafat 1310 H). Berikut kutipan dalam bahasa Arab dan terjemahannya:

الصَّوْمُ فِي الْأَيَّامِ الْمُتَأَكَّدِ صَوْمُهَا مُنْصَرِفٌ إِلَيهَا، بَلْ لَوْ نَوَى بِهِ غَيْرَهَا حَصَلَتْ إلخ:
Zādā fī al‑iʿʿāb wa min thammā afta al‑barizī bi anna l‑waqāʿa fīhā ṣāma qadha aw nahwahu hasala, nawahū maʿahu aw la.
“Berpuasa pada hari‑hari yang dianjurkan secara otomatis akan memperoleh keutamaan khusus pada hari‑hari tersebut. Bahkan jika seseorang berniat untuk berpuasa dengan niat lainnya, pahala dari keduanya tetap bisa didapatkan.”

Dalam kitab Al‑Iʻab, Imam Al‑Barizi juga menyatakan bahwa “Jika seseorang melakukan puasa qadha (Ramadhan) atau puasa lainnya pada hari‑hari yang dianjurkan, maka pahala dari kedua puasa tersebut tetap bisa diperoleh, baik dengan niat puasa sunah maupun tidak.” (Hasyiyah I'anah At‑Thalibin, vol. 2, hlm. 252).

Tata cara pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah disajikan dalam buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa. Puasa Tarwiyah dijalankan pada 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyah), sehari sebelum Hari Wukuf. Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah (hari Arafah), saat jamaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah. Secara syariat, pelaksanaan puasa ini sama dengan puasa pada umumnya: tidak makan, tidak minum, menahan hawa nafsu, dan tidak berhubungan dengan pasangan pada waktu puasa. Puasa ini disunnahkan bagi umat Islam yang tidak menjalankan ibadah haji. Bagi yang sedang haji, tidak dianjurkan berpuasa karena wukuf membutuhkan stamina yang prima dan stabil, agar lebih fokus dalam memperbanyak ibadah, dzikir, dan doa.

Dengan memahami niat, waktu, dan ketentuan penggabungan puasa qadha, umat dapat menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah dengan benar. Menjalankan dua puasa sunnah ini pada waktu yang tepat dan dengan niat yang jelas dapat menambah pahala, menghapus dosa, dan memperkuat ketakwaan pada hari-hari penting dalam Islam.

Puasa TarwiyahPuasa ArafahIdul AdhaNiat PuasaQadha RamadhanMUIWukufDzulhijjah

Komentar

Memuat komentar...