Pugianto Bersepeda 8-10 Bulan Menuju Makkah, Tuntun Iman

Hari W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Pugianto Bersepeda 8-10 Bulan Menuju Makkah, Tuntun Iman

Gambar atau konten salah?

Pugianto (55) berasal dari Cawas, Klaten, dan bertekad mengayuh sepeda menuju Makkah, Arab Saudi untuk menunaikan umrah. Ia memulai perjalanan ini dengan semangat yang telah lama terpendam.

Rabu, 31 Mei 2026, ia meninggalkan alun‑alun Klaten. Sejumlah ratus pegowes dari berbagai komunitas menyalurkan keberangkatannya. Setelah menempuh beberapa rute, Pugianto tiba di Kabupaten Wonosobo.

“Hari ini dari Temanggung sudah masuk Wonosobo. Besok mau meneruskan ke Wangon, lewat jalur selatan Jawa,” ujar Pugianto ketika dihubungi pada Senin, 1 Juni 2026.

Ia mengungkapkan bahwa niat berangkat umrah naik sepeda sudah lama ia simpan. Baru saat temannya sesama pesepeda menawarkan perjalanan, ia akhirnya memutuskan untuk ikut. “Awalnya ditawari ada pesepeda mau keliling Asia, sekalian umrah juga. Akhirnya saya ikut, karena keluarga tidak boleh kalau saya berangkat sendiri,” jelasnya.

Pugianto berangkat bersama dua teman dari Jawa Barat: satu dari Garut, satu lagi dari Bogor. “Satu orang dari Garut, satunya dari Bogor. Nanti saya menghampiri ke sana dulu dan meneruskan perjalanan,” tambahnya.

Ia sudah mempersiapkan diri sejak beberapa bulan lalu. “Sepedaan sampai titik nol (Jogja), seminggu tiga kali. Selain itu juga jaga kesehatan dan cukup istirahat,” katanya.

Menurutnya, perjalanan bersepeda menuju Makkah akan memakan waktu sekitar delapan sampai sepuluh bulan. “Perbekalan ya alat sepeda, ada ban dalam, jeruji roda, rantai, dan lainnya. Paspor juga harus siap, kemarin melengkapi surat sehat dan vaksin juga,” ujarnya. Ia juga berencana mampir ke kedutaan‑kedutaan besar selama perjalanan. “Rencananya nanti juga mampir ke kedutaan‑kedutaan besar. Doakan semoga lancar,” tambahnya.

Dunung Setiawan, anggota komunitas sepeda Sedulur Pit Klaten (SPK), menambahkan bahwa Pugianto telah lama memiliki niat berangkat. “Saya ikut melepas sampai perbatasan Prambanan, Klaten. Mbah Pugi itu anggota kami di komunitas sepeda Sedulur Pit Klaten (SPK),” kata Dunung. Ia juga menyebut Pugianto sering dijuluki “si Power Rangers” karena semangat petualangannya.

Perjalanan ini menyoroti dedikasi seorang warga biasa yang menggabungkan iman, kebugaran, dan dukungan komunitas untuk mencapai tujuan spiritualnya.

PugiantobersepedaumrahMakkahKlatenSedulur Pit KlatenJawa Barat

Komentar

Memuat komentar...