Pungli TPU Nagrog: Wali Kota Janji Tertibkan Akses Lebaran
Gambar atau konten salah?
Media sosial di Bandung dipenuhi video aksi pungutan liar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nagrog. Dalam rekaman tersebut, seorang pengunjung mengeluh ketika tiba‑tiba diminta uang retribusi sebelum masuk ke area pemakaman.
Pria itu mengaku, sebelum momen libur Lebaran 2026, ia tidak pernah membayar biaya yang diklaim sebagai retribusi, lengkap dengan karcis berwarna hijau. Ia berkata, “Ini di TPU Nagrog, biasanya kita enggak ditentukan, kita ngasih-ngasih aja. Tapi sekarang, kalau masuk aja, itu udah mintanya Rp 10 ribu,” keluhnya. Video tersebut beredar pada 27 Maret 2026 dan menuai banyak komentar.
Netizen menyoroti bahwa pungli sering terjadi di berbagai TPU di Kota Bandung, termasuk TPU Sirnaraga. Beberapa orang mengaku pernah mengalami hal serupa di tempat lain.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, segera merespons. Ia menyatakan bahwa saat ini sedang menertibkan masalah pungli di TPU dan menekankan pentingnya peran kewilayahan. Ia berkata, “Pungli di TPU ini memang kita sedang melakukan penertiban. Tapi kan artinya gini ya, sangat sulit bagi kami untuk melakukan penertiban terhadap pungli di TPU. Nah, itu sebabnya saya kemudian sudah memberikan arahan kepada seluruh kewilayahan agar betul‑betul memperhatikan kenyamanan warga yang sedang melakukan ziarah ke makam keluarga. Terutama (TPU) Nagrog,” ujarnya di Balai Kota Bandung.
Farhan menjelaskan bahwa TPU Nagrog akan dibenahi. Rencananya, akses masuk ke tempat pemakaman yang berlokasi di Kecamatan Ujungberung akan dibuat satu jalur agar tidak menimbulkan kemacetan. Ia menambahkan, “Nah, Nagrog ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tokoh‑tokoh setempat yang telah menyerahkan sebagian dari lahan pemukiman untuk menjadi tempat parkir. Nanti kita ke depannya akan membuat jalur nagrog ini satu arah keluar masuknya, tidak menjadi dua arah seperti sekarang. Itu salah satu contoh saja,” ungkapnya.
Farhan memastikan bahwa insiden pungli tersebut akan menjadi evaluasi. Ia menegaskan, “Sedangkan pungli, tentu saja kita bekerja sama dengan seluruh kewilayahan agar memastikan pungli ini bisa dihentikan dan dibatasi. Sehingga tidak terjadi keluhan‑keluhan yang membuat masyarakat merasa, bahwa melakukan ziarah di pemakaman pada masa libur lebaran ini bisa berjalan dengan lancar dan aman, Insyaallah,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, pihak berwenang berharap dapat menegakkan ketertiban di TPU Nagrog, meminimalkan kerugian bagi warga, dan memastikan proses ziarah berjalan aman dan teratur selama periode libur Lebaran 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
