Purwakarta Sekolah Dipaksa Bersih Setelah Menyalahkan Guru

Rudi H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Purwakarta Sekolah Dipaksa Bersih Setelah Menyalahkan Guru

Gambar atau konten salah?

Sepuluh siswa SMAN 1 Purwakarta terlibat dalam peristiwa tidak terpuji terhadap guru mereka. Sekolah, Dinas Pendidikan Jawa Barat, dan orang tua siswa sepakat menegakkan sanksi sosial bagi kesembilan pelaku. Sanksi ini menuntut mereka membersihkan lingkungan sekolah, termasuk toilet, sebagai bagian dari pembinaan karakter.

Sidik Tamsil, kepala sekolah SMAN 1 Purwakarta, mengungkapkan bahwa para siswa mulai menjalani sanksi pada Senin, 20 April 2026. Meskipun menjalani sanksi, mereka tetap mengikuti pelajaran di sekolah dan tetap memiliki hak sebagai pelajar.

“Setelah kejadian itu kami bergerak cepat melakukan pemanggilan orang tua pada hari Sabtu kemarin, dan atas arahan dari Disdik Jabar dan Gubernur Jabar kami saat ini melakukan sanksi ini selama tiga bulan ke depan dengan sanksi sosial tergantung dengan nanti ada perubahan sikap dari yang lebih baik,” ujar Sidik di sekolah, Senin, 20 April 2026.

Sidik menjelaskan bahwa program yang dibuatkan berfokus pada pembentukan karakter. “Program yang dibuatkan itu dari pembentukan karakter seperti halnya misalkan membersihkan bagian-bagian dari ruangan tapi tetap mendapatkan layanan pendidikan,” katanya. Program tersebut mengajak siswa membersihkan area sekolah sambil tetap menerima pendidikan.

Di sisi lain, kesembilan siswa tersebut kini menjadi sorotan publik, termasuk di media sosial. Untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah, pihak sekolah memberikan edukasi kepada siswa lain agar bersikap bijak dan saling menghargai.

“Hari ini sudah mulai dilakukan setelah apel tadi, pembinaan dengan wali kelas dan guru. Mudah-mudahan itu saya tekankan pada saat itu. Tolong bisa menenangkan anak-anak, tidak panik bahwa ini adalah sekolah kita dan kita akan dilihat, akan kita pantau dan akan kita jaga supaya anak-anak yang terkena kejadian ini bisa kita kawal dan bisa apa melewati masa ini,” ungkap Sidik.

Selain itu, siswa yang menjalani sanksi ditempatkan di ruang terpisah sebagai bentuk perlindungan psikologis. “Tentunya kami bekerja sama dengan psikolog seperti tadi yang disampaikan. Tentunya dari awal saya khawatir dengan penggunaan gadget media sosial. Maka dari itu penggunaan gadget akan dibatasi di sekolah kami. Untuk yang 9 siswa kami pisahkan di ruangan khusus,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, sekolah berusaha menjaga keseimbangan antara pembinaan karakter, perlindungan psikologis, dan hak belajar siswa. Sanksi sosial yang diberlakukan selama tiga bulan bertujuan memberi pembelajaran praktis sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menghormati guru dan lingkungan sekolah.

Kesembilan siswa tetap belajar di sekolah, meski berada di ruang khusus. Sanksi sosial ini diharapkan dapat memperbaiki sikap mereka dan meminimalisir dampak negatif yang mungkin timbul di masa depan. Dengan demikian, SMAN 1 Purwakarta berusaha menyeimbangkan disiplin dan pendidikan, menjaga reputasi sekolah, dan melindungi hak-hak siswa sebagai pelajar.

Sanksi sosialSMAN 1 Purwakartapembinaan karakterdisiplin sekolahperlindungan psikologismedia sosialpembelajaran praktis

Komentar

Memuat komentar...