Puting Beliung Tanjungsari: Empat Pohon Tumbang, Rumah Rusak
Gambar atau konten salah?
Angin puting beliung melanda Desa Tanjungsari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung pada hari Jumat, 10 April 2026. Badai tersebut menimbulkan kerusakan ringan pada satu rumah dan menumpahkan empat pohon.
Kapolsek Cangkuang, Ipda Didi Dwi Purnomo, menyatakan bahwa petugas segera mengevakuasi pohon tumbang setelah kejadian. Ia menegaskan, “petugas segera mengevakuasi pohon tumbang sesaat setelah kejadian.” Kecepatan tindakan diambil karena batang pohon berukuran besar melintang dan menutup akses jalan raya.
Menurut Didi, huru‑huruan terjadi sekitar jam 14.30 WIB. Ia menambahkan, “Iya telah terjadi bencana alam angin puting beliung yang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan rumah warga mengalami kerusakan. Kejadiannya sekitar jam 14.30 WIB.”
Hantaman angin kencang menumbuhkan pohon di Jalan Tanjung dan Jalan Babakan Bolang. Didi menjelaskan, “material pohon sempat memutus akses lalu lintas di kawasan tersebut.” Ia menegaskan, “Pohon sudah dapat di evakuasi dan dapat dilalui oleh kendaraan motor dan mobil.”
Selain menutup jalan, pohon besar juga menimpa benteng depan rumah warga di Jalan Tanjung. Petugas lapangan segera membersihkan lokasi. Didi berkata, “Benteng depan rumah milik Dedi Mulyadi mengalami kerusakan ringan bagian benteng dan pohon sudah dapat di evakuasi.”
Di sisi lain, satu pohon tumbang menimpa atap rumah milik Yayan. Kerusakan ringan terjadi pada genteng, namun pohon sudah dapat di evakuasi, tambah Didi. Atap rumah Agus Jajang juga tergores akibat angin kencang. Didi memastikan, “personel gabungan telah melakukan evakuasi dan membantu pembersihan di kediaman warga tersebut.”
Selama kejadian, tidak ada korban jiwa. Namun, rumah warga yang terdampak masih dalam proses pendataan oleh pihak Pemerintah Desa, pungkasnya.
Keadaan ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana alam. Kegiatan evakuasi dan pembersihan yang segera dilakukan membantu mencegah kerugian lebih besar bagi masyarakat setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
