Rei Onoda Beralih Jadi Pramugari ke Pekerja Roti di Pedesaan
Gambar atau konten salah?
Rei Onoda pernah memimpikan terbang melintasi dunia sebagai pramugari. Pekerjaan ini menawarkan ritme cepat, perjalanan ke berbagai negara, dan tantangan meminimalkan kesalahan. Namun, bagi beberapa pramugari, tekanan tersebut menjadi alasan untuk mencari kehidupan yang lebih tenang.
Rei, seorang pramugari asal Jepang, bertugas di Dubai selama empat tahun. Selama masa itu, ia terbiasa dengan jadwal yang padat dan budaya kerja yang intens. Pengalaman ini justru memperkuat cintanya pada Jepang, tanah kelahirannya.
Setelah menikah, Rei memutuskan untuk kembali ke Jepang. Ia mencoba jalur karier baru di bidang public relations di Tokyo. Namun, kesibukan di ibu kota membuatnya merasa tertekan. Ia menyadari bahwa yang ia butuhkan hanyalah hidup sederhana, jauh dari hiruk-pikuk kota.
Dengan suaminya, Rei mencari tempat tinggal di pedesaan. Mereka akhirnya menemukan sebuah rumah berusia 180 tahun. Awalnya, rumah itu dimaksudkan sebagai tempat tinggal keluarga kecil. Namun, Rei terinspirasi untuk memanfaatkan kemampuan baking yang ia pelajari selama hamil.
Selama kehamilan, Rei pernah bergabung dalam pelatihan baking. Keterampilan tersebut menjadi modal awal ketika ia memutuskan membuka toko roti di rumah tersebut. Toko tersebut dinamakan Kamijyoan.
Keberhasilan Kamijyoan tidak terlewatkan. Tetangga sekitar sangat antusias, dan seiring waktu, banyak wisatawan datang ke desa untuk membeli roti. Pemasaran melalui media sosial memperluas jangkauan toko ini.
Selain roti, pasangan ini juga menambahkan kopi ke menu. Rei mengelola produksi roti dan penjualan, sementara suaminya melayani kopi dan minuman lain.
Setiap hari, Rei memproduksi roti, sandwich, dan kue kering dengan tangan sendiri. Ia mencatat bahwa setiap hari setidaknya ada 15 grup wisatawan yang datang. Pada akhir pekan, jumlah grup ini meningkat menjadi 25 grup.
Keputusan Rei untuk meninggalkan dunia aviasi dan membuka toko roti di pedesaan menegaskan bahwa pencarian kebahagiaan tidak selalu memerlukan karier megah. Ia menemukan kepuasan dalam proses pembuatan roti, interaksi dengan pelanggan, dan kedamaian hidup di pedesaan.
Rei Onoda, yang dulu terbang di langit, kini terbang di atas oven, menyalurkan kreativitasnya ke dalam setiap adonan. Toko roti Kamijyoan menjadi contoh bahwa perubahan karier dapat membawa kebahagiaan yang lebih sederhana namun bermakna.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
