Rei Onoda Beralih Jadi Pramugari ke Pekerja Roti di Pedesaan

Ningsih R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 119 dibaca
Bisik.id
Rei Onoda Beralih Jadi Pramugari ke Pekerja Roti di Pedesaan

Gambar atau konten salah?

Rei Onoda pernah memimpikan terbang melintasi dunia sebagai pramugari. Pekerjaan ini menawarkan ritme cepat, perjalanan ke berbagai negara, dan tantangan meminimalkan kesalahan. Namun, bagi beberapa pramugari, tekanan tersebut menjadi alasan untuk mencari kehidupan yang lebih tenang.

Rei, seorang pramugari asal Jepang, bertugas di Dubai selama empat tahun. Selama masa itu, ia terbiasa dengan jadwal yang padat dan budaya kerja yang intens. Pengalaman ini justru memperkuat cintanya pada Jepang, tanah kelahirannya.

Setelah menikah, Rei memutuskan untuk kembali ke Jepang. Ia mencoba jalur karier baru di bidang public relations di Tokyo. Namun, kesibukan di ibu kota membuatnya merasa tertekan. Ia menyadari bahwa yang ia butuhkan hanyalah hidup sederhana, jauh dari hiruk-pikuk kota.

Dengan suaminya, Rei mencari tempat tinggal di pedesaan. Mereka akhirnya menemukan sebuah rumah berusia 180 tahun. Awalnya, rumah itu dimaksudkan sebagai tempat tinggal keluarga kecil. Namun, Rei terinspirasi untuk memanfaatkan kemampuan baking yang ia pelajari selama hamil.

Selama kehamilan, Rei pernah bergabung dalam pelatihan baking. Keterampilan tersebut menjadi modal awal ketika ia memutuskan membuka toko roti di rumah tersebut. Toko tersebut dinamakan Kamijyoan.

Keberhasilan Kamijyoan tidak terlewatkan. Tetangga sekitar sangat antusias, dan seiring waktu, banyak wisatawan datang ke desa untuk membeli roti. Pemasaran melalui media sosial memperluas jangkauan toko ini.

Selain roti, pasangan ini juga menambahkan kopi ke menu. Rei mengelola produksi roti dan penjualan, sementara suaminya melayani kopi dan minuman lain.

Setiap hari, Rei memproduksi roti, sandwich, dan kue kering dengan tangan sendiri. Ia mencatat bahwa setiap hari setidaknya ada 15 grup wisatawan yang datang. Pada akhir pekan, jumlah grup ini meningkat menjadi 25 grup.

Keputusan Rei untuk meninggalkan dunia aviasi dan membuka toko roti di pedesaan menegaskan bahwa pencarian kebahagiaan tidak selalu memerlukan karier megah. Ia menemukan kepuasan dalam proses pembuatan roti, interaksi dengan pelanggan, dan kedamaian hidup di pedesaan.

Rei Onoda, yang dulu terbang di langit, kini terbang di atas oven, menyalurkan kreativitasnya ke dalam setiap adonan. Toko roti Kamijyoan menjadi contoh bahwa perubahan karier dapat membawa kebahagiaan yang lebih sederhana namun bermakna.

Rei Onodatoko rotiKamijyoankarier pramugaripindah ke pedesaankebahagiaan sederhanamedia sosial

Komentar

Memuat komentar...