Renungan Harian Katolik: Doa dan Harapan di Tengah Pergumulan

Fajar H. · 4 min baca · 2 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
Renungan Harian Katolik: Doa dan Harapan di Tengah Pergumulan

Gambar atau konten salah?

Renungan Harian Katolik – Senin, 19 Mei 2026

Hari ini umat diajak merenungkan tentang doa dan pengharapan kepada Tuhan di tengah segala pergumulan hidup. Pesan kasih, kesetiaan, dan iman menjadi pengingat agar setiap orang percaya tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.

Bacaan I: Kis 20:17-27

Paul menulis kepada jemaat di Miletus tentang perjalanan hidupnya di Asia. Ia mengingatkan bahwa ia selalu melayani Tuhan dengan rendah hati, meneteskan air mata, dan menghadapi pencobaan dari orang Yahudi yang berusaha membunuhnya. Meskipun begitu, ia tidak pernah mengabaikan apa yang berguna bagi jemaat. Ia selalu mengajar dan bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Yesus Kristus.

Paul mengungkapkan bahwa ia telah pergi ke Yerusalem sebagai tawanan Roh, tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya di sana. Ia menegaskan bahwa ia tidak menghiraukan nyawanya, hanya ingin menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus. Ia bersaksi bahwa ia bersih dan tidak bersalah, dan ia tidak pernah lalai memberitakan maksud Allah kepada jemaat.

“Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu; aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situselain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. Karena aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.”

Mazmur Tanggapan: Mzm 68:10-11.20-21

Puji Tuhan atas kasih dan pertolongan-Nya. Mazmur ini menegaskan bahwa Allah memelihara orang-orang yang tertindas dan memberi kehidupan bagi mereka. Ia memerintahkan umat untuk bersukacita dan memuji-Nya, karena Ia adalah Allah yang menyelamatkan.

“Semoga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah. Tuhan menyampaikan sabda; orang-orang yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar: Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut. Sesungguhnya, Allah meremukkan kepala musuh-Nya, tempurung kepala yang berambut dari orang yang tetap hidup dalam kesalahan-kesalahannya.”

Bacaan Injil: Yoh 17:1-11a

Yesus mengangkat pandangannya ke langit dan berdoa kepada Bapa. Ia memohon agar Anak-Mu mempermuliakan Bapa, dan agar semua orang mengenal Allah dan Yesus. Ia menegaskan bahwa Ia telah mempermuliakan Bapa di bumi melalui pekerjaan yang diberikan-Nya. Ia berdoa bukan untuk dunia, melainkan untuk murid-murid-Nya, agar mereka tetap bersatu dan menjadi saksi bagi dunia.

“Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.” (Yoh. 17:9-10)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa Yesus memohon agar murid-murid-Nya tetap bersatu dan menjadi saksi kemuliaan-Nya. Ia menegaskan bahwa mereka adalah milik Allah, dan ia berdoa agar mereka tetap berada dalam kasih-Nya.

Renungan Hari Ini: Doa untuk Kita

Melihat doa Yesus, kita dapat mengambil pelajaran tentang kasih dan perhatian-Nya terhadap murid-murid-Nya. Yesus memandang murid-murid sebagai anugerah dari Bapa, memohon agar mereka diberikan perhatian, perlindungan, dan dipersatukan sebagai satu komunitas gereja yang kudus dan apostolik. Ia menegaskan bahwa murid-murid telah menerima semua firman Bapa melalui Yesus, dan mereka siap menjadi penerus misi-Nya di dunia.

Di sisi lain, penulis refleksi ini, seorang fasilitator kursus spiritualitas, merasa lega karena tugasnya akan berakhir. Namun ia juga merasakan kekhawatiran karena belum dapat menyampaikan semua spiritualitas yang diinginkan Roh Kudus. Ia menyesal karena angkatan ini akan segera berakhir, namun ia berdoa agar materi yang disampaikan menjadi dasar bagi mereka untuk mencapai perjalanan ke Emmaus dan berjumpa dengan Yesus secara pribadi.

Ia mengajak kita semua untuk turut mendoakan mereka yang sedang berjuang mencari identitas iman, atau yang sedang berusaha mempertahankan iman mereka kepada Yesus. Semoga kemuliaan nama Tuhan tetap dinyatakan oleh semua lidah di bumi ini. Doakanlah mereka dengan tulus, seperti Yesus telah mendoakan kita.

Doa penutup

Allah Bapa yang Maha Kasih, kami bersyukur atas doa Putera-Mu yang telah menjadikan kami sebagai murid-Mu. Bantulah kami dalam mengikuti perintah Yesus, agar kelak kami layak menjadi satu dengan-Mu, sesuai dengan doa Putera-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus. Amin.

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik

Oleh: Leo Hans Adrianus

Renungan Harian KatolikDoa & PengharapanBacaan I Kis 20:17-27Mazmur 68Yohanes 17Paul MiletusEmmaus

Komentar

Memuat komentar...