Restoran Marina Bay Sajikan Kaki Buaya di Buffet Australia Day
Gambar atau konten salah?
Di sebuah restoran mewah di Singapura, seorang pengguna Instagram menemukan hidangan tak biasa: kaki buaya yang disajikan di buffet. Pengguna tersebut, Nikkolette, berusia 33 tahun, mengunggah video pada 12 April 2026 menampilkan momen tersebut.
Video itu memperlihatkan hidangan bernama crocodile toast yang disajikan bersama saus nuoc cham khas Vietnam. Nikkolette menulis, “Saya cukup berani mencoba makanan baru, tetapi ini sudah melewati batas,” menandai ketidakpercayaan awalnya. Ia melanjutkan, “Tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa kaki buaya akan disajikan seperti ini,” sambil menunjukkan potongan hidangan.
Meskipun ragu, Nikkolette mengaku mencoba sedikit bagian kaki buaya. Ia menjelaskan, “Saya sempat mencoba sedikit, rasanya terlalu amis karena cara pengolahannya,” menilai kualitasnya. Menurutnya, kaki buaya diolah dengan bumbu minimal dan disajikan dingin, sehingga rasa tidak optimal. Ia menambahkan, “Daging pada kaki buaya itu sangat sedikit, sisanya terasa keras seperti kulit,” dan menyarankan agar diolah dengan cara direbus agar lebih empuk dan rasanya maksimal.
Acara buffet tersebut merupakan bagian dari perayaan Australia Day yang diadakan bersama keluarga Nikkolette. Di Australia, hidangan daging buaya memang populer, sehingga acara tersebut menampilkan menu tersebut sebagai bagian tradisional.
Reaksi netizen beragam. Beberapa merasa penasaran dan tertarik mencoba, sementara yang lain mengaku jijik. Salah satu komentar menyatakan, “Jujur tidak menyangka akan ada menu kaki buaya di buffet restoran di Marina Bay, tapi saya tidak akan mencobaknya,” menandai ketidaksetujuan mereka.
Rise Restaurant Marina Bay Sands, tempat hidangan tersebut disajikan, rutin menawarkan menu kaki buaya setiap tahunnya pada acara bertema Australia Day. Harga buffet ditawarkan sekitar 124 SGD (Rp 1,7 juta) untuk dewasa dan 64 SGD (Rp 864 ribu) untuk anak-anak.
Pengalaman Nikkolette menyoroti perbedaan persepsi antara budaya kuliner di Australia dan di Singapura. Meskipun hidangan tersebut dianggap biasa di Australia, bagi sebagian orang di Singapura, kaki buaya tetap menjadi menu yang menantang. Keputusan penyajian dingin dan bumbu minimal menambah kontroversi, memicu diskusi tentang cara terbaik mengolah daging buaya.
Secara keseluruhan, kisah ini mengingatkan bahwa makanan tradisional dapat memunculkan reaksi yang berbeda tergantung latar belakang budaya. Penyajian yang tepat dan penyesuaian rasa menjadi kunci agar hidangan unik ini dapat diterima secara luas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
