Restoran Padang Sederhana Buka Gerai Pertama di Singapura
Gambar atau konten salah?
Restoran Padang asal Indonesia membuka gerai pertamanya di Singapura. Pada hari pertama, restoran ini langsung disambut antusias oleh diaspora Indonesia dan warga lokal. Langkah ini menandai kehadiran kuliner Indonesia di panggung internasional.
Restoran Sederhana, jaringan rumah makan Padang ternama, resmi melebarkan sayapnya di Singapura. Melalui akun media sosial @restoransederhana.id, pada 18 Mei 2026, pemiliknya mengumumkan rencana pembukaan cabang di Singapura. Pada 29 Mei 2026, cabang pertama resmi dibuka.
Ekspansi ini tidak hanya sekadar membuka gerai. Restoran Sederhana menempuh misi tertentu melalui kerja sama antara PT Global Minang Ventura (GMV) dengan Nova Dana Eka dan Ferrel Fadhil, cucu pendiri Sederhana Group, H. Bustaman. Lokasi di Singapura dipilih karena kedekatan geografis dan budaya kuliner yang serupa.
Direktur dan co-founder PT Global Minang Ventura, Muhammad Badarudin, menjelaskan alasan memilih Singapura. “Selain kedekatan geografis dengan Indonesia, Singapura dianggap memiliki ekosistem kuliner yang sangat terbuka dan beragam,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa banyak komunitas diaspora Indonesia di Singapura menjadi pasar potensial.
Restoran Sederhana menempati bangunan bekas Warong Pariaman, salah satu restoran nasi Padang tertua di Singapura yang kini sudah tutup. Bangunan ini memiliki nilai historis yang kuat. “Selain itu, lokasi yang saat ini kami tempati merupakan kawasan cagar budaya yang juga salah satu tujuan destinasi wisatawan yang datang ke Singapura. Kami melihat ini sebagai peluang untuk memperkenalkan cita rasa nasi Padang otentik, sekaligus memperkenalkan brand Sederhana kepada warga lokal Singapura dan wisatawan mancanegara,” kata Badar saat dihubungi pada 30 Mei 2026.
Meski berada di pasar baru, manajemen Restoran Sederhana menegaskan bahwa identitas yang telah dibangun selama puluhan tahun tetap dipertahankan. Menu andalan seperti rendang, ayam pop, gulai, dan berbagai lauk khas Padang lainnya disajikan dengan resep dan karakter rasa yang sama seperti di Indonesia. “Menu inti seperti rendang, ayam pop, gulai dan lauk khas Padang lainnya tetap sama seperti yang disajikan di Indonesia. Mungkin ada beberapa penyesuaian kecil terkait regulasi bahan pangan setempat seperti protein yaitu daging, ayam, dan seafood nya, namun kami memastikan karakter dan cita rasa otentiknya tidak berubah,” lanjutnya.
Semua kualitas dan citarasa dijaga semirip mungkin dengan restoran di Indonesia. Tujuan awalnya adalah membawa citarasa otentik Indonesia. “Kami membawa misi untuk menjadi membawa kuliner Minang/Padang ke panggung internasional khususnya cita rasa otentik khas sederhana yang sudah ada sejak 1972. Kami ingin dunia, dimulai dari Singapura, mengenal dan menghargai kekayaan kuliner Indonesia yang sesungguhnya,” kata Badar.
Untuk menjaga konsistensi rasa, perusahaan menerapkan strategi khusus dalam pengadaan bahan baku. Bumbu-bumbu khas yang menjadi fondasi utama cita rasa Sederhana tetap didatangkan langsung dari Indonesia. Sementara itu, bahan-bahan segar tertentu diperoleh dari pemasok lokal di Singapura yang telah memenuhi standar kualitas perusahaan. “Kami berupaya semaksimal mungkin mempertahankan sumber bahan yang sama dengan di Indonesia, terutama untuk bumbu-bumbu khas yang menjadi kunci citarasa kami. Bumbu-bumbu khas dan asli Sederhana kami datangkan langsung dari Indonesia, dan bahan-bahan segar tertentu kami menyesuaikan dengan sumber lokal Singapura yang telah memenuhi standar kualitas kami,” ujarnya.
Hari pertama pembukaan menuju antusiasme yang melampaui ekspektasi. Antrean pengunjung terlihat bahkan sebelum restoran mulai beroperasi. Banyak diaspora Indonesia datang untuk melepas rindu terhadap cita rasa kampung halaman. Di sisi lain, tidak sedikit warga lokal Singapura yang penasaran dan ingin mencoba nasi Padang untuk pertama kalinya.
Dalam menentukan harga, Sederhana menyesuaikan dengan kondisi pasar Singapura tanpa mengorbankan kualitas. Harga per porsi dibanderol sekitar 10–20 Dollar Singapura, setara dengan Rp140 ribu–Rp280 ribu, tergantung pilihan lauk dan paket yang dipilih pelanggan.
Selain Singapura, Restoran Sederhana juga baru saja ekspansi dan akan segera membuka cabang di Australia, berlokasi di Queen Street, Melbourne. Cabang tersebut akan membawa menu-menu Minang autentik dari Indonesia.
Ekspansi ini merupakan langkah berani bagi Restoran Sederhana. Dengan mempertahankan resep asli, menggunakan bumbu asli Indonesia, dan menyesuaikan bahan segar lokal, restoran ini berusaha tetap autentik sekaligus menyesuaikan diri dengan regulasi setempat. Antusiasme tinggi pada hari pertama menunjukkan bahwa pasar internasional memiliki minat terhadap kuliner Minang.
Keberhasilan pembukaan gerai di Singapura memberi sinyal bahwa kuliner Indonesia dapat bersaing di pasar global. Restoran Sederhana tidak hanya menjual makanan, tetapi juga membawa budaya Minangkabau ke panggung internasional. Dengan strategi pengadaan bahan baku yang cermat dan penyesuaian regulasi, restoran ini berupaya menjaga cita rasa otentik sambil menyesuaikan diri dengan pasar baru.
Dengan langkah ini, Restoran Sederhana memperlihatkan bahwa ekspansi internasional dapat dilakukan tanpa mengorbankan identitas kuliner. Keberhasilan di Singapura menjadi contoh bagi restoran Indonesia lainnya yang ingin menembus pasar global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Polres Banyuasin Nobar Film Tanah Runtuh, Perkuat Persatuan
Sembilan Pelinggih di Pura Nusa Penida Hangus Terbakar
Gibran Tinau Exit Tol Prosiwangi di Situbondo
Kuis Bola Dunia 2026, Hadiah Jutaan Rupiah
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Sekaligus
Menkeu: Kelola Kas Negara Bisa Dorong Ekonomi
Kebakaran Ilalang 2 Hektare di Klungkung, Damkar Kewalahan
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan
