Rizal Khairul Dukung LKP Bandung untuk Kurangi Pengangguran
Gambar atau konten salah?
Rizal Khairul, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, mengungkapkan apresiasi terhadap lembaga pendidikan nonformal di kota ini. Ia menilai kehadiran lembaga tersebut sebagai bagian penting dalam menekan angka pengangguran serta menutup kesenjangan antara pendidikan formal dan kebutuhan dunia kerja.
Ucapan tersebut disampaikan pada acara halalbihalal DPD Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP) yang berlangsung 22 April 2026. Di sana, Rizal Khairul menegaskan dukungannya terhadap lembaga pendidikan nonformal di Bandung dan menyoroti peran strategis legislatif dalam memperluas akses pendidikan vokasi.
Ia mengatakan, "Tingkat pengangguran di Kota Bandung sudah cukup mengkhawatirkan. Jadi kami mendorong LKP‑LKP ini agar lebih menjangkau, lebih dikenal, dan lebih dekat lagi di masyarakat, karena pendidikan nonformal adalah jalur tercepat dan paling fleksibel dalam menjawab tantangan pengangguran," dikutip pada 24 April 2026. Pernyataan tersebut menekankan pentingnya pendidikan nonformal sebagai solusi cepat bagi tenaga kerja yang belum terintegrasi dalam sistem pendidikan formal.
Rizal Khairul menambahkan bahwa penguatan dan kemudahan akses layanan lembaga kursus dan pelatihan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa DPRD Kota Bandung akan terus mendukung penyebaran pendidikan vokasi melalui regulasi dan alokasi anggaran yang memadai.
Ia menutup pidato dengan kata, "Dengan kehadiran yang lebih dekat di masyarakat, maka akan memberikan dampak yang positif untuk semakin tumbuh dan berkembang bagi LKP‑LKP ini, sekaligus menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan akan keterampilan di dunia kerja,". Pernyataan ini menegaskan komitmen legislatif untuk mencetak SDM yang kompeten, mandiri, dan bersaing secara global.
Kesimpulannya, langkah DPRD Kota Bandung menegaskan pentingnya pendidikan nonformal sebagai alat strategis untuk mengurangi pengangguran dan menyesuaikan keterampilan tenaga kerja dengan tuntutan industri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
