Rumah Kontrakan Bekasi Berisi Bangkai Kucing, Pembersihan
Gambar atau konten salah?
Solo – Seorang pemilik kontrakan di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terkejut ketika memeriksa rumah yang disewakan. Rumah tersebut ditinggalkan dalam keadaan sangat kotor, bahkan ditemukan bangkai dan tulang kucing.
Video yang menjadi viral menampilkan barang-barang berserakan: kemasan makanan kucing, litter box, galon, kandang, hingga ember. Lantai tertutup kotoran berwarna cokelat, sehingga ubin putih tidak terlihat. Terdapat rontokan rambut berwarna putih di lantai.
“Ini bulu kucing kali. Bulu apaan itu? Bulu kucing nih?” kata narasi dalam video, dikutip Senin (11 Mei 2026).
Trya, pemilik kontrakan, menjelaskan bahwa penyewa sebelumnya menunggak lama biaya sewa. Penyewa tidak pernah kembali, namun terus menunda untuk membereskan dan mengambil barang. Karena keterlambatan, Trya memutuskan membuka kontrakan untuk membersihkan setelah memperingatkan penyewa. Saat suami Trya dan pekerja pembersih tiba dan membuka pintu, mereka terkejut dengan kondisi rumah.
“Itu suami aku sama (orang) yang bersih‑bersih (masuk kontrakan). Kaget dong!” ujar Trya kepada media.
Rumah tipe 24 diselimuti bau tidak sedap. Banyak kotoran, campuran feses kucing, litter, dan bulu. Lantai sudah dilapisi kotoran cokelat, sehingga ubin putih tak tampak. Dinding rumah juga kotor dengan berbagai noda.
“Dia (suami Trya) yang langsung ngeliat saat itu, pintu dibuka, bau‑nya luar biasa. Bau bangkai yang udah nggak ada daging, udah tinggal kulit kering,” tuturnya.
Trya menduga ada 20 kucing mati karena bangkai dan tulang tersebar di setiap sudut rumah, termasuk kamar mandi, kamar tidur, loteng, dan dapur. “Ini setiap kamar ada kucing, dia bilang. Di ruang tamu, sampai ke belakang tempat salat itu,” ucapnya.
Membersihkan rumah memakan waktu dua hari. Tiga gerobak berisi kotoran dan sampah dibuang. Namun masih ada barang penyewa yang belum diambil, seperti kompor, penanak nasi, dan kulkas etalase. Penyewa sempat datang pada hari pertama pembersihan dan mengambil beberapa barang, sekaligus memberikan uang jasa bersih‑bersih.
Trya sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan penyewa. Ia menyebut ada komunitas pecinta kucing yang ingin menangani penyewa yang diduga menelantarkan kucing. “Pemilik mini‑shelter ini pengin mempermasalahkan sampai dia ke kepolisian. Karena jujur aja, kita nggak terima ngeliat kucing begitu,” ujarnya.
Rumah kini sudah bersih, namun masih memerlukan perbaikan. Kejadian ini menyoroti pentingnya tanggung jawab penyewa dan pemilik dalam menjaga kebersihan serta kesejahteraan hewan peliharaan. Pihak terkait diharapkan dapat menindaklanjuti kasus ini untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
